Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

BNN: Pulau Madura warning tingkat tinggi narkoba

BNN: Pulau Madura warning tingkat tinggi narkoba
Surabaya – KoPi. Penjahat selalu mencoba satu langkah lebih maju daripada penegak hukum. Modus mereka setiap hari semakin beragam dan canggih. Penegak hukum pun sering kali harus geleng-geleng kepala mengatasi kelicikan mereka. Namun, kali ini upaya bandar narkoba di Pulau Madura benar-benar keterlaluan dan membuat miris. Mereka menelusup jauh hingga ke struktur sosial masyarakat.
 

“Saat ini ada warning tingkat tinggi terkait penyebaran narkoba di Pulau Madura. Terutama di pulau Madura bagian utara,” terang Kasie Diseminasi Informasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur Destina Kawanti. Operasi narkoba gencar-gencaran di Surabaya dan sekitarnya sepertinya membuat para bandar mengalihkan operasi mereka ke pulau garam tersebut. 

Masuknya narkoba ke Pulau Madura ditengarai melalui pantai utara Madura yang langsung menghadap ke laut lepas dan memang longgar keamanannya. Di sana banyak terdapat pelabuhan kecil yang tak terawasi. Bandar biasanya menggunakan perahu besar untuk menurunkan barang-barang haram tersebut ke perahu kecil di tengah laut, yang kemudian membawanya ke pelabuhan kecil, lalu memasarkannya di pedalaman Madura.

Modus operandi di sana ditutupi dengan kedok warung internet (warnet). Sekilas warnet tersebut tampak seperti warnet biasa. Namun di sana pengguna bisa bebas bertransaksi dan menggunakan bilik warnet yang tertutup untuk memakai narkoba.

Yang membuat miris, BNN menengarai operasi itu dilindungi oleh ulama setempat. Para bandar diduga memanfaatkan ketidaktahuan para ulama dan warga lokal serta meminta perlindungan mereka. Bandar tersebut mengatakan bahwa narkoba yang mereka sebarkan itu sebagai “inti cengkeh”. Para tokoh agama yang tidak tahu menahu tentu saja menganggap lumrah hal itu, dan melindungi bisnis haram tersebut.

“Kondisi sosial budaya di Madura itu kan memang berbeda ya. Jadi kami tidak bisa langsung melakukan penindakan. Butuh strategi khusus,” ujar Destina.

Destina menerangkan, para bandar juga dicurigai menyebarkan narkoba secara diam-diam kepada ulama tersebut. Mereka menggunakan strategi seperti saat mengenalkan efek narkoba pada pemakai pemula. Mereka menggunakan “inti cengkeh” dosis rendah agar tidak terjadi efek apa-apa. Pelan-pelan mereka membangun kekebalan tubuh, hingga tubuh terbiasa. Lama kelamaan tubuh akan membutuhkan dosis lebih tinggi. 

“Itu keterlaluannya bandar narkoba. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan ulama lokal. Kepolisian juga tidak bisa melakukan penindakan begitu saja, karena pengaruh tokoh agama di sana begitu kuat,” tukas Destina.

Destina menceritakan bahwa BNN Jawa Timur sempat bekerjasama dengan DEA Amerika untuk merumuskan strategi untuk membongkar operasi narkoba di Madura.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top