Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Kekeringan mulai landa Jawa Timur

Kekeringan mulai landa Jawa Timur
Surabaya - KoPi | Kekeringan yang mulai melanda beberapa wilayah di Jawa Timur mulai mendapat respon pusat. Beberapa daerah di Jatim, seperti Lumajang, Sampang, dan Mojokerto, dilaporkan mengalami kekeringan. Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim agar segera melakukan langkah antisipasi dalam menangani kekeringan yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut.
 

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Moch Eksan di DPRD Jatim mengatakan musim kemarau panjang di Jawa Timur menyebabkan sejumlah daerah mengalami kekeringan. Salah satu wilayah yang mengalami kekeringan terparah adalah Kabupaten Lumajang. Ia menyebutkan tak kurang dua puluh tujuh desa dan enam kecamatan dilanda kekeringan. 

"Oleh karena itu, saya minta Kepala BPBD Jatim segera turun tangan membantu BPBD Lumajang karena kondisi di sana sudah parah. Saat ini pendistribusian air bersih ke warga tak bisa ditunda, terutama untuk minum, mandi dan berwudhu. Itu harus dipenuhi untuk jangka pendek,” tegasnya.

Eksan mengatakan situasi ini membuat masyarakat resah, termasuk para pengurus dan takmir masjid. Sebab, tak ada air bersih untuk jamaah yang hendak berwudhu sebelum menunaikan shalat wajib maupun taraweh.

Eksan berharap penanganan kekeringan tidak boleh dilakukan secara sporadis. Langkah antisipatif dan bersifat jangka panjang harus dilakukan. Ia mencontohkan pembuatan sumur bor di titik-titik mata air sudah mendesak untuk segera dilakukan. Soal biaya, Eksan menilai hal itu bukan kendala karena BPBD Jatim punya anggaran Rp 18 Miliar untuk tahun ini.

Eksan menambahkan, dana khusus bencana yang bersifat on-call dari pemerintah pusat juga bisa digunakan sewaktu-waktu. Apalagi untuk kondisi yang bersifat mendesak dan darurat seperti yang terjadi saat ini.

“Pembuatan sumur bor harus dilakukan untuk mengatasi kekeringan di masa mendatang. Soal biaya bisa menggunakan dana alokasi Pemprov atau pemerintah pusat,” ujar anggota dewan dari dapil Jember dan Lumajang ini.

 

back to top