Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Interupsi-Interupsi Rapat Pleno Tatib Muktamar NU Memanas

Jokowi Membuka Muktamar NU ke-33 Jokowi Membuka Muktamar NU ke-33

Interupsi-interupsi mewarnai rapat pleno tata tertib di Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU), Minggu, 2 Agustus 2015. Rapat pleno tersebut dimulai dari pukul 14.45 WIB dan semakin memanas.

Jombang-KoPi| Sebagai pimpinan sidang pleno, Slamet Effendi Yusuf kemudian menskors sidang dan mengumandangkan sholawat nabi agar suasana menjadi lebih dingin dan cair. Meskipun saat sidang dilanjutkan pada malam hari, berbagai interupsi tetap masih terjadi dan memanas.

Suasana memanas saat membahas Bab V Pasal 14 tentang Pimpinan Sidang, yaitu bahwa Pimpinan sidang ditetapkan oleh PBNU.

Pihak yang setuju dengan draf tersebut dimotori oleh pihak dari Jawa Timur dan Bangka Belitung yang berpendirian bahwa pemimpin sidang pleno dari pengurus PBNU karena muktamar ini diselenggarakan juga dari PBNU.

Sementara itu pihak yang dimotori dari Sulawesi Selatan dan Papua menyatakan, bahwa pimpinan sidang pleno harus dipilih muktamirin.

Sedangkan perwakilan-perwakilan seperti dari Aceh dan Lampung bersikap netral dan meminta para muktamirin menjaga kesantunan dalam berbicara, dan pembahasan pasal tata tertib.
Di sela situasi yang memanas, anggota Banser NU dapat sigap mengamankan peserta yang terbawa emosi menyerbu peserta yang mengusulkan diadakannya voting.

Dalam situasi ini, ada dua usulan win-win solution, yaitu pertama, usulan dari salah satu pengurus cabang Jawa Timur yakni pertama, pimpinan sidang pleno tetap dipimpin PBNU, namun setelah demisioner dan pemilihan Rais Aam serta Ketua Umum PBNU, pimpinan sidang diserahkan kepada 7 orang muktamirin;

kedua, usulan dari perwakilan Sulawesi Utara yang menawarkan agar pimpinan sidang dipilih dari peserta yang terdiri dari unsur satu orang perwakilan PBNU sebagai ketua sidang, seorang dari Pengurus Wilayah NU sebagai sekretaris ,dan seorang dari perwakilan cabang menjadi anggota.

Kedua usulan win-win solution tersebut tidak langsung disetujui oleh pimpinan pleno tata tertib karena usulan-usulan tersebut akan dibahas dalam forum lobi yang melibatkan seluruh Pengurus Wilayah NU se-Indonesia. |URS|

back to top