Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Ini kata Kahiyang Ayu puteri Jokowi paska gagal masuk CPNS

Ini kata Kahiyang Ayu puteri Jokowi paska gagal masuk CPNS
Surakarta-KoPi. Kahiyang Ayu, puteri kedua Jokowi presiden, gagal masuk CPNS di Kota Solo. Sebab nilai wawasan kebangsaannya tidak mencapai persyaratan minimal.

Akibat kegagalannya itu, tidak sedikit yang melakukan perundungan (bully) terhadap Kahiyang. Bahkan media seperti Jawa Pos menjadikannya sebagai headline dengan tag line "nilai wawasan kebangsaan jeblok".

Kahiyang Ayu menulis di akun twitternya @Ayangkahiyang: "Lulus ujian=kkn, nggak lulus ujian=bego". Respon-respon empatik pun berdatangan.

Salah satu respon empatik itu dari akun luar biasa.... nilai karakter kejujuran dan kemampuan. Semoga bisa jadi acuan contoh bagi putra putri indonesia yg lainnya.


Novri Susan, sosiolog dari Universitas Airlangga menjelaskan bahwa anak-anak Jokowi kini mendapatkan perhatian luas paska pelantikan presiden.

"Kehidupan akan berubah drastis, kebebasan tidak seperti dulu lagi, dan pagar nilai-nilai akan terasa seperti penjara besi untuk para anak presiden Jokowi."

Menurut sosiolog yang juga pakar branding tersebut proses penyesuaian akan ditandai oleh perubahan tutur kata, gestur dan letupan-letupan kecil seputar gaya hidup. Anak-anak Jokowi akan melawan untuk kebebasan sebagai manusia sosial sebagaimana warga lainnya.

"Saran saya, anak-anak presiden mawas diri pada setiap kata, gestur, dan segala tindakannya. Mereka menjadi representasi keluarga Indonesia". Pungkas Novri.*

 

Reporter: Amanullah Ginanjar W.

back to top