Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ini kata Kahiyang Ayu puteri Jokowi paska gagal masuk CPNS

Ini kata Kahiyang Ayu puteri Jokowi paska gagal masuk CPNS
Surakarta-KoPi. Kahiyang Ayu, puteri kedua Jokowi presiden, gagal masuk CPNS di Kota Solo. Sebab nilai wawasan kebangsaannya tidak mencapai persyaratan minimal.

Akibat kegagalannya itu, tidak sedikit yang melakukan perundungan (bully) terhadap Kahiyang. Bahkan media seperti Jawa Pos menjadikannya sebagai headline dengan tag line "nilai wawasan kebangsaan jeblok".

Kahiyang Ayu menulis di akun twitternya @Ayangkahiyang: "Lulus ujian=kkn, nggak lulus ujian=bego". Respon-respon empatik pun berdatangan.

Salah satu respon empatik itu dari akun luar biasa.... nilai karakter kejujuran dan kemampuan. Semoga bisa jadi acuan contoh bagi putra putri indonesia yg lainnya.


Novri Susan, sosiolog dari Universitas Airlangga menjelaskan bahwa anak-anak Jokowi kini mendapatkan perhatian luas paska pelantikan presiden.

"Kehidupan akan berubah drastis, kebebasan tidak seperti dulu lagi, dan pagar nilai-nilai akan terasa seperti penjara besi untuk para anak presiden Jokowi."

Menurut sosiolog yang juga pakar branding tersebut proses penyesuaian akan ditandai oleh perubahan tutur kata, gestur dan letupan-letupan kecil seputar gaya hidup. Anak-anak Jokowi akan melawan untuk kebebasan sebagai manusia sosial sebagaimana warga lainnya.

"Saran saya, anak-anak presiden mawas diri pada setiap kata, gestur, dan segala tindakannya. Mereka menjadi representasi keluarga Indonesia". Pungkas Novri.*

 

Reporter: Amanullah Ginanjar W.

back to top