Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Heboh taksi uber, nasib mobil ompreng jadi tanda tanya

Heboh taksi uber, nasib mobil ompreng jadi tanda tanya
Surabaya - KoPi | Heboh adanya taksi uber di Jakarta menuai banyak kontroversi. Taksi yang menggunakan jenis kendaraan mobil biasa ini menyalahi aturan. Plat nomor yang tercantum tidak berwarna kuning seperti jenis transportasi umum lainnya.

Pengguna taksi uber itu sendiri merupakan member yang telah mendownload aplikasi tersebut. Dan pembayaran dilakukan dengan menggunakan kartu kredit . Pembayaran sesuai dengan jarak yang pengguna tempuh. Ancaman pemerintah mengenai taksi uber yang dinilai menyalahi aturan ini menuai banyak protes.

Faktanya, taksi tersebut membantu penurunan pengangguran di jakarta. Juga banyak pengguna yang lebih nyaman dalam menggunakan taksi jenis tersebut karena tanpa menggunakan uang cash.

Dibalik kecaman pemerintah terhadap taksi uber. Pemerintah  lupa bahwa ada segelintir angkutan yang tidak berplat kuning juga mengangkut penumpang. Mobil ompreng yang biasa mengangkut para penumpang dari sekitaran polda-semanggi dengan tujuan bermacam seperti Bekasi.

Menurut Sofyan selaku supir ompreng  telah menjadi mengompreng sejak 2013 silam setelah pensiun. “ketimbang nganggur, mobil juga nganggur, mending cari penghasilan gini, lumayan” ujarnya saat dihubungi KoPi.

Sofyan mengaku menjadi supir ompreng tidak mudah. Bahkan harus memodifikasi mobilnya agar muat diduduki banyak orang. Ia juga harus bayar sejumlah uang kepada paguyuban omprengan agar mendapat jatah penumpang. Sampai saat ini, belum ada kecaman apapun dari pemerintah dari pekerjaannya sebagai pengompreng.

"Jadi takut sih pasti abis ini kita kena ancaman dari pemerintah. Bismillah aja" tutur Sofyan. | Labibah

back to top