Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Harga BBM Naik Turun, Tarif Angkot Tak Menentu

Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang Pemandangan Terminal Bratang Surabaya yang sepi penumpang
SURABAYA – KoPi | Sejak pemerintahan Jokowi-JK diresmikan 20 Oktober 2014 lalu, tarif premium bersubsidi mengalami perubahan sebanyak empat kali. Per 1 Maret 2015 pukul 00.00, harga premium kembali naik dari Rp.6.700,- menjadi Rp.6.900,-. Harga kebutuhan pokok menjadi naik, tak terkecuali tarif angkutan umum.

Di Surabaya, tarif angkutan umum berkisar antara empat ribu hingga lima ribu rupiah dalam jarak normal. Sedangkan, untuk jarak jauh, tarifnya lebih mahal daripada itu. Hal inipun diakui sendiri oleh salah satu sopir angkutan umum T2 jurusan Joyoboyo-Mulyosari-Kenjeran, Nur Hasan.

“Iya, mbak. Sebelumnya, memang agak bingung ini. Kalau penumpang ngasih Rp.4.000,-, saya tidak meminta tambahan. Tapi, setelah ada kenaikan yang baru ini, tarif angkot jarak dekat dan menengah jadi Rp.5.000,-,” kata Nur Hasan.

Mirisnya, Nur yang bertempat tinggal di Sutorejo ini, bahkan mengakui bahwa penumpangnya cukup berkurang. “Jam segini (sekitar jam sembilan pagi) itu penumpang lagi banyak-banyaknya. Sekarang sepi. Dapat dua sampai lima penumpang itu udah bagus,” tutur Nur yang ditarget setoran sebesar Rp.50.000,- setiap ‘menarik’ angkot.

Pria berusia 41 tahun ini juga menambahkan bahwa uang hasil tarikan angkotnya, juga digunakan untuk membeli bahan bakar premium yang kembali naik ini. “Biasanya saya belikan dua sampai tiga liter. Sesudah itu, saya setor ke juragan. Sisanya, saya ambil sebagai keuntungan,” katanya.| Defrina S.S.

back to top