Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Hal yang selalu terlupa saat mudik lebaran

Hal yang selalu terlupa saat mudik lebaran
Jakarta - KoPi| Mudik ke kampung halaman merupakan budaya khas masyarakat Indonesia yang dilakukan saat Idul Fitri. Masyarakat yang bermigrasi dari kampung ke kota besar menjadikan lebaran sebagai momen untuk bercengkrama dengan halaman kelahiran.
 

Kondisi ini menyebabkan terjadinya kepadatan di sejumlah titik yang merupakan jalur untuk menuju tujuan. Seperti halnya di sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek. Pemudik yang menggunakan jalur utara maupun selatan pastinya memilih alternatif jalan tersebut. Sehingga kepadatan di jalan kerap sulit ditampung.

Satu hari setelah lebaran pemudik masih memanfaatkan waktu untuk mudik ke kampung halaman. Terlihat di sepanjang tol dari Bekasi sampai Karawang kepadatan sangat merambat.

Namun, sayangnya, budaya mudik ini membuat mereka lupa mengenai titahnya sebagai manusia. Tugas yang dititipkan untuk menjaga dan melestarikan alam, justru malah dilupakan dengan alasan kebutuhan.

Seperti salah satu contoh di tol KM 38 Cikampek. Rest area ataupun tempat peristirahatan yang disediakan pihak tol terlihat seperti lautan sampah. Tisu, plastik, botol minuman dan sampah lainnya bertebaran di segala ruas jalan.

“Ya habis tempat sampahnya jauh. Dan lagian yang lain juga buang sampah di tengah jalan seenaknya. Jadi saya ikut-ikutan buang aja,” ujar salah satu penabur sampah di jalanan.

Pihak rest area sendiri telah menyiapkan beberapa tempat sampah. Namun dirasa sangat kurang untuk menampung pertambahan pengunjung di rest area yang berkali lipat dari biasanya. Bahkan tempat sampah yang ada terlihat sudah tidak cukup sehingga menimbulkan tumpukan di sekelilingnya.

Bahkan sejumlah mobil terlihat sengaja membuang sampah yang berasal dari mobilnya di tengah jalan. “Udah wajar banget kalo lebaran rest area ini jadi lautan sampah. Meskipun tempat sampah disediakan, tapi memang kebudayaan Indonesia saja yang kurang peka terhadap lingkungan. Apalagi memang tempat ini sangat padat pengunjung,” ujar Asep selaku petugas rest area.

Meskipun mudik merupakan hal yang dianjurkan dalam agama. Sebagaimana bersilaturahim dan memohon maaf kepada sesama saudara. Namun fitrah manusia tidak lekas harus lupa. Sebab, lingkungan harus tetap kita jaga dalam keadaan seperti apapun. | Labibah

back to top