Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Elanto Wijoyo laporkan komunitas moge ke polisi

Elanto Wijoyo laporkan komunitas moge ke polisi

Jogjakarta-KoPi| Elanto Wijoyono bersama sahabatnya Yohan Vallun dan dua perwakilan dari LSM, mendatangi Ditlantas Polda DIY ,Selasa (18/8). Elanto dan Yohan datang pada pukul 09.40 WIB mengendarai sepeda.

"Saya berangkat jam 8, dari rumah saya di Alun-Alun Selatan, kalo Joyo dari rumahnya Sleman," tutur Yohan.

Yohan (29) menambahkan kedatangan mereka bermaksud untuk melakukan pengaduan terhadap penerabasan lampu merah oleh motor gede di perempatan Condongcatur pada Sabtu lalu 14 Agustus 2015.

Mereka masih mempertanyakan terhadap perlakuan istimewa motor gede yang bisa menabrak rambu-rambu lalu lintas.

Sementara rencana pengaduan ini sudah direncanakan sejak lama. Bahkan pada Senin (17/8) Elanto sempat menelpon pihak Ditlantas Polda DIY.

"Mas Joyo telpon yang angkat petugas piket , disuruh dateng Selasa jam 9," tutur Yohan.

Elanto dkk melakukan pengaduan atas inisiatif pribadi didorong oleh keresahan masyarakat yang merasa terganggu dengan kegiatan motor gede.

"Inisiatif sendiri, kita sebagai warga ke sini ini agar bisa berdiskusi mencari tahu apa yang terjadi dan bagaimana menyelesaikan solusinya bersama," Elanto setelah diskusi di Ditlantas Polda DIY.

Diskusi tim Elanto dengan pihak Ditlantas Polda DIY berlangsung sekitar 2,5 jam sejak pukul 09.40-11.30 WIB. |Winda Efanur FS|

back to top