Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Efek Domino Pada Kenaikan BBM

Efek Domino Pada Kenaikan BBM
Surabaya – KoPi | Fluktuasi harga BBM di Indonesia disinyalir akan membawa efek domino pada masyarakat. Naik turunnya harga BBM yang merupakan penunjang segala kebutuhan masayarakat akan memunculkan kenaikan harga barang lain. Secara kasat mata, tidak dapat ditemukan efek secara riil mengenai dampak pada kenaikan BBM saat ini. Namun, efek domino yang secara perlahan-lahan muncul akan membuat Indonesia semakin tumbang. Salah satunya adalah kemiskinan.

Menurut Bagong Suyanto, pakar Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unair Surabaya, pengeluaran yang semakin meningkat tidak diimbangi dengan meningkatnya pemasukan. Hal ini akan berdampak pada beban hidup masyarakat miskin.

“Efek dari adanya kenaikan BBM ini akan memperburuk nilai tukar dari produk yang dihasilkan orang miskin. Misalkan tukang jahit sebelumnya bisa membeli kebutuhan pangan dengan menghasilkan 2 celana, sekarang harus menjahit 3 celana untuk bisa makan,” ujarnya.

Produksi di kalangan masyarakat sendiri akan meningkat mengikuti kenaikan harga BBM. Namun, saat pemerintah menurunkan harga BBM, hal itu tidak dengan diikuti dengan penurunan harga barang-barang kebutuhan yang lain. Akibatnya, saat BBM kembali naik, maka harga barang akan semakin naik dan akan terus naik. Biaya yang dikeluarkan untuk hidup juga menjadi semakin mahal. Keadaan ini diyakini akan membebani kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan bawah.

Bagong juga menyebutkan ada dampak setelah kenaikan harga, yaitu penurunan daya beli di masayarakat. Hal itu akan menimbulkan kemungkinan adanya tekanan kebutuhan atau bahkan terjadi pendalaman kemiskinan di Indonesia. | Labibah

back to top