Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Eagle flies alone, pemegang konsep dan prinsip kuat akan terbang sendirian

Eagle flies alone, pemegang konsep dan prinsip kuat akan terbang sendirian
Surabaya - KoPi |Menjadi seorang mahasiswa adalah bentuk pencapaian tertinggi dalam kategori pendidikan formal. Sikap kritis yang dilakukan mahasiswa adalah bentuk bagaiamana negara ini dipandang. Namun, masih banyak tanda tanya besar bagi kekritisan mahasiswa jaman sekarang.

Novri Susan, pakar Sosiologi Universitas Airlangga, mengemas sikap kritis mahasiswa Fisip dalam acara United Fisip Orientation (UFO) FISIP Universitas Airlangga pada sabtu (22/8) di Aula Soetandyo. Menurut Novri, menjadi seorang mahasiswa harus dinaungi dengan dua prinsip dalam dirinya. Yang pertama adalah berfikir dan yang kedua adalah kritis.

Di depan ratusan mahasiswa baru FISIP Novri menuturkan kisah perjalanan hidupnya yang berliku tajam. Pencapaiannya hingga saat ini dilewati dengan kegigihan prinsip yang digenggam. “Eagle Flies Alone! Rajawali itu terbang sendirian. Karena dia punya konsep dan prinsip yang kuat dalam hidupnya,” begitu tutur Novri disertatai tepuk tangan para audiens.

Novri membeberkan 4 level menjadi mahasiswa kritis dalam seminar berjudul  “Perspektif Mahasiswa FISIP”. Level pertama kritis adalah kritis pada diri sendiri. Kedua, kritis pada proses belajar yang sedang diselami. Ketiga kritis sebagai seorang pemikir.

Dan keempat, kritis atas segala value ataupun moral. Dalam kritis ini akan menciptakan keinginan untuk bermanfaat bagi negara. Hasilnya akan tercipta common good atau kebaikan bersama. Pencapaian kritis pada tahap ini butuh proses yang sangat susah. Sehingga hasil pencapaiannya akan sangat berharga.

Namun, Novri menilai saat ini mahasiswa Fisip masih jauh dalam kategori kritis. Mayoritas mahasiswa di dalam kampus FISIP melupakan kodratnya sebagai seorang mahasiswa yang kritis. Hal ini disebabkan oleh dua hal yang mendasar.

“Pertama, sistem dari Universitas yang mengemas mahasiswa dengan program  mendapat nilai tinggi dan segera lulus. Orientasi yang dikhususkan sudah persoalan mencari kerja. Bukan lagi pendidikan,” tutur dosen yang mendapat gelar PhD dari negeri sakura tersebut.

Hal kedua bagi Novri adalah sistem perkuliahan yang dipandang masyarakat sebagai budaya pop culture. Artinya, Universitas dipandang  masyarakat sebagai tempat untuk mengeksiskan dirinya.

“Sistem pendidikan dipandang sebagai tempat untuk bergaya bagi masyarakat. Hal ini yang memutuskan pola kritis bagi mahasiswa,” ujarnya kepada KoPi.

Novri menutup acara dengan petikan kata yang indah. “Bercita-cita dimanapun itu bebas, namun disetiap pilihan Anda harus bisa menjadi kritis atau bermanfaat untuk semua orang,” tutupnya. |Labibah|

back to top