Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Dukung Gubernur, Polda larang tegas aksi sweeping

Dukung Gubernur, Polda larang tegas aksi sweeping
Surabaya - KoPi | Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur senada dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengenai rencana aksi sweeping tempat hiburan malam dan warung serta rumah makan. Polda Jatim menegaskan niat beberapa ormas tersebut hanya menimbulkan keresahan di masyarakat.
 

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim, AKBP RP Argo Yuwono di Mapolda Jatim, Senin (15/6). Ia mengingatkan masyarakat sipil agar tidak melakukan aksi penyisiran menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Sebaliknya, Argo mengatakan tugas polisi-lah untuk menindak praktik perjudian, perdagangan minuman keras, dan tempat hiburan.

"Kalau ada apa-apa lapor kepada polisi, karena sweeping itu tidak dibenarkan secara hukum. Kalau ada ormas yang tetap melakukan itu, akan ditindak tegas. Kami tidak keberatan dengan partisipasi masyarakat, tapi hal itu harus berkoordinasi dengan kami," tegasnya.

Argo menerangkan, hanya aparat hukum yang berwewenang untuk melakukan aksi sweeping. "Kami mengimbau dan melarang agar tidak ada satupun sekelompok orang atau ormas yang melakukan tindakan seperti itu, Jika dilakukan itu termasuk pelanggaran hukum,” tegas Argo.

Di lain pihak, Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf juga menyatakan jika ada kelompok atau ormas yang melakukan aksi sweeping akan ditindak oleh aparat kepolisian. “Kalau masih ada dan terbukti melakukan tindakan seperti itu,ya jelas polisi akan bertindak, jadi kami himbau tidak perlu melakukan hal itu daripada kami tindak,” tegasnya.

Anas mengararapkan partisipasi ormas atau kelompok masyarakat saat bulan Ramadan cukup berupa penyampaian informasi atau laporan pada polisi dan aparat penegak hukum lain jika melihat adanya pihak-pihak yang melakukan pelanggaran hukum.

back to top