Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Di balik anggapan negatif komunitas moge

Komunitas motor gede (moge), selama ini dipandang negatif oleh masyarakat. Pandangan negatif itu berangkat dari anggapan bahwa mereka arogan, pamer kekayaan dan selalu dianggap ingin menang sendiri di jalan raya yang sempit. Benarkah demikian?

Jogjakarta-KoPi | Ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Para bikers dari Harley Davidson Club Indonesia Jogja, misalnya, ternyata biasa mengadakan kegiatan charity (amal) pada panti asuhan, panti jompo bahkan masyarakat personal yang tidak terjamah bantuan medis.

Menurut Sekretaris Panitia JBR 2015, Denizar Rahman mudah bagi para bikers mengeluarkan banyak dana untuk motornya melalui kegiatan charity dalam upaya untuk mengasah kepedulian mereka.

“Setiap perkumpulan itu charity, tapi yang membedakan charity kita gak pernah direncanakan. Salah satu bawa koran, misal bayi berkepala besar, ini susah untuk terjangkau, pertama jaraknya jauh di pelosok desa, kita datengin biasanya temen-temen bikers suka yang jauh. Kita keluar duit banyak buat motor mudah, masak buat sosial gini susah,” tutur Denizar.

Denizar menambahkan sekali keluar menyambangi para masyarakat berketerbelakangan mental, dana sosial bisa terkumpul hingga Rp 30-40 juta. Adanya respon yang baik dari masyarakat Denizar bersama komunitas HDCI Jogjakarta akan terus mengembangkan kegiatan charity tersebut.

Selain kegiatan charity, HDCI Jogja juga mengadakan event-event seperti event JBR 2015 dalam menyambut hari kemerdekaan RI ke 70. Kegiatan JBR 2015 berlangsung sejak Jumat, 14 Agustus hingga Senin, 17 Agustus 2015 di Jogja City Mall.

“Kita mengangkat event pariwisata, hari pertama pembagian doorprize diundi untuk umum, hari terakhir (Senin ini) dengan lomba mewarnai buat anak-anak, pastinya anak-anak datang membawa kedua orang tuanya, ini menjadi familiy days, event keluarga bukan hanya pengguna motor besar, tapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Denizar.

back to top