Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

"Dia berpijar seperti cahaya ketika malam"

"Dia berpijar seperti cahaya ketika malam"

Hidup berarti peran dan tanggung jawab. Tidak boleh menyerah dalam kekosongan. Begitu makna yang diperoleh darinya, perempuan yang sehari-hari selalu berupaya melakukan banyak hal untuk masyarakatnya. Dia berpijar seperti cahaya ketika malam. Ini adalah salah satu yang dilakukannya.

 

Menjadi pembina dan ketua organisasi perempuan membuat Fatma Saifullah Yusuf harus care pada masalah seputar dunia perempuan. Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tersebut berpendapat bahwa perempuan masih kurang mendapat kesempatan untuk mengekspresikan diri. 

Kuota 30 persen kursi untuk perempuan di DPR sampai sekarang masih belum dipenuhi. Meski diberi kesempatan, perempuan juga perlu meningkatkan kapasitas dan potensi dirinya. Hal itulah menyebabkan perempuan berkacamata dan selalu optimis tersebut merasakan kegusaran terhadap peluang dan peranan perempuan.

Jika tidak, perempuan akan mudah tergoda berbuat sesuatu yang salah. Karena ketidaktahuan dirinya, mereka akan mudah tergoda bujuk rayu dan jalan pintas yang tidak patut. Contohnya saja kasus mengenai janda yang menjadi kurir narkoba. Karena ia tidak memiliki keterampilan, ia tergoda menjalani bisnis haram demi kelangsungan hidupnya. Di saat seperti itu, bukan hanya dirinya saja yang rugi, tapi juga keluarganya. Karena perempuan, khususnya ibu, juga berperan sebagai tulang punggung keluarga.

Karena itu, Fatma berupaya memperjuangkan peran daya perempuan melalui organisasi Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) yang di dalamnya bergabung 41 organisasi wanita tingkat Provinsi dan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Provinsi Jawa Timur. Fatma menjabat sebagai ketua di kedua organisasi tersebut. 

Beberapa waktu yang lalu Perwosi Jawa Timur telah sukses melaksanakan Jambore Perwosi ke 2 yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Tujuan utama jambore adalah sebagai wahana silaturahim antar pengurus, menyiapkan para pengurus Perwosi untuk menjadi pimpinan organisasi khususnya di bidang keolahragaan, melalui perspektif hidup sehat dan kepekaan terhadap alam.

“Melalui Perwosi, saya ingin agar perempuan Indonesia tetap sehat, bugar, tangguh, mandiri dan cerdas. Jika ibu sehat, maka keluarga juga akan sehat sehingga dapat mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat pula,” jelas Fatma.

Program utama Perwosi adalah mengajak masyarakat untuk cinta olahraga, khususnya wanita dan anak-anak perempuan. Untuk mencapai itu, Perwosi Jatim telah menciptakan senam kebanggaan, yang diberi nama Senam Rekreasi Perwosi Jawa Timur 1 yang dibuat tiga tahun lalu dan Senam Rekreasi Perwosi Jawa Timur 2 yang baru desember 2014 lalu di launching. Menurut Fatma, senam ini tidak hanya menyehatkan dan sudah menjadi Ikon Perwosi Jawa Timur tetapi ini adalah salah satu bentuk sumbangsih Perwosi Jawa Timur untuk bangsa dan negara Indonesia.

“Alhamdulillah setelah Perwosi Jawa Timur 2 kali mengadakan training khusus para instruktur senam se Surabaya dan se Jawa Timur, penerimaannya sangat bagus bahkan rekaman DVD/CD senam ini sudah di cetak sampai ribuan kopi. Saya juga sangat terharu karena para Ketua Perwosi di 38 kabupaten/kota se Jatim langsung ikut heboh mensosialisasikan. Untuk itu sebagai bentuk rasa syukur, dalam waktu dekat kami akan keliling Jawa Timur untuk senam bersama para ketua dan masyarakat setempat,” ujar Fatma.

Fatma mengakui, sejak adanya program Car Free Day membuat perempuan menjadi senang berolahraga. Di sana mereka bisa mengajak keluarganya untuk olahraga sekaligus bersenang-senang. Karena itu, Fatma berencana suatu saat ingin mengadakan senam Perwosi di acara Car Free Day.

Tidak hanya sekedar bicara, bersama jajaran Pengurus Provinsi Perwosi Fatma setiap Sabtu pagi mengadakan senam Perwosi bersama warga di kediaman Wakil Gubernur. Agar lebih meriah, ia mengajak instruktur senam sebagai pemandu. Bahkan ia juga pernah mengajak suaminya, Gus Ipul, untuk ikut senam. 

“Sayangnya akhir-akhir ini Gus Ipul sedang banyak kesibukan, sehingga pagi-pagi sudah harus pergi. Sering pula pulang larut malam. Tapi kalau tidak capek, pasti ikut senam bareng masyarakat di depan rumah dinas kami,” ujarnya bangga

Olahraga seharusnya menjadi hal yang tak boleh ditinggalkan seperti prinsip mensana in corporesano di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat. 

"Kaum perempuan harus sehat dan bugar, karena tidak sedikit perempuan yang ikut mencari nafkah bahkan pekerjaan sebagai ibu rumah tanggapun membutuhkan stamina tinggi. "Jika kaum perempuan senang berolahraga, maka peredaran darah menjadi lancar, bisa mengurangi stress, rumah tangganya tenang, keluarga menjadi bahagia,” ungkap Fatma.

Kusnanik, instruktur senam yang ditunjuk untuk menciptakan gerakan Senam Perwosi mengatakan, senam ini memang ditujukan untuk kebugaran dan rekreasi.

“Agar masyarakat mudah mengikuti, maka kami menciptakan gerakan yang sangat mudah dengan musik yang enak, dinamis dan dikemas dengan lagu-lagu khas Jawa Timuran, yaitu Rek Ayo Rek, Semanggi Suroboyo dan Tanjung Perak Tepi Laut. Sehingga sambil senam para peserta juga bisa ikut menyanyi. Alhamdulillah banyak yang suka, termasuk para lansia,” ungkapnya.

Nanik, demikian ia biasa dipanggil bercerita, ide dasar adanya Senam Rekreasi Perwosi Jawa Timur ini berasal dari Fatma sendiri. Selama ini belum pernah ada senam Perwosi khususnya di Jawa Timur. Fatma ingin menciptakan senam sendiri agar Perwosi Jawa Timur punya ciri khas. 

Senam Perwosi ini dibuat dengan konsultasi pada Fatma. Meskipun semua gerakan dari instruktur senam, tapi Fatma tetap sebagai pengambil keputusan “Bu Fatma itu bukan orang senam, tapi sangat korektif dan ikut memberi masukan. Ia mengerti gerakan mana yang mudah, menyenangkan, dan cocok untuk masyarakat,” ucap Nanik kagum. | Amanullah Ginanjar

back to top