Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

“BRT menuai kemacetan, bukan mengurai kemacetan”

“BRT menuai kemacetan, bukan mengurai kemacetan”
Surabaya - KoPi | Sidoarjo dalam waktu dekat akan memiliki tranpostasi umum baru BRT atau yang disebut Trans Sidoarjo. BRT dengan trayek Bungurasih-Porong ini menuai penolakan dari para supir angkot.

Anshor, selaku sekertaris paguyuban merah putih Lyn JSP menilaii adanya BRT justru menjadi malapetaka bagi lebih dari 2000 supir angkot. Trayek BRT ini kerap bersinggungan dengan trayek 5 angkot. Salah satunya seperti JSP (Joyoboyo – Sidoarjo - Porong), Mpu Surabaya – Malang, Hb1, Hb2 dan Hb.

Jumlah lyn yang saat ini tergabung dalam asosiasi penolakan pembangunan BRT lebih dari 1000 unit. Sehingga jika ditotal menurut Anshor ada 2000 sopir yang terancam mendapatkan kerugian dengan adanya BRT tersebut.

“Saat ini saja kita mulai sulit untuk mendapatkan penumpang. Karena memang masyarakat Surabaya-Sidoarjo sudah mulai meninggalkan angkutan umum, jika ada BRT, matilah kita” ujar Anshor.

Sebelumnya, Joko Santoso selaku Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo mengatakan BRT merupakan cara yang tepat untuk mengurai kemacetan di Sidoarjo. Menurutnya dengan adanya trasnportasi umum yang nyaman, masyarakat akan beralih menggunakan transportasi umum.

Namun, Anshor menilai BRT akan menuai kemacetan baru. “jika ingin mengurai kemacetan, seharusnya Dishub itu mengurangi pemilikan kendaraan pribadi. Adanya BRT justru menambah unit kendaraan di Sidoaro. Dengan kapasitas bis yang besar, semakin membuat ruas jalan sempit” ujarnya.

Ia bersama dengan gabungan paguyuban supir angkot lainnya berharap pihak pemerintah mengganti trayek BRT. Sehingga tidak bersinggungan dengan trayek para supir angkot lainnya.

“Itu Damri jurusan Sidoarjo–Jembatan Merah sudah banyak yang rusak. Mending pemerintah fokuskan trayek tersebut. Dibanding mengganggu trayek kami” ujarnya.

Sampai saat ini BRT masih belum diluncurkan ke publik. Hal tersebut dikarenakan pihak DPRD masih mengakomodasi permohonan para sopir angkot ke pemerintahan pusat.

“Kami benar-benar menolak adanya BRT di trayek ini. jika keputusan DPRD bertentangan dengan kami, maka kami akan melakukan aksi bahkan sampai berhari-hari” tuturnya. | Labibah

back to top