Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Bergulat dalam kemacetan Surabaya

Salah satu simpul kemacetan di Surabaya, fly-over Wonokromo Salah satu simpul kemacetan di Surabaya, fly-over Wonokromo Dishub Surabaya
Surabaya – KoPi | Kemacetan bukan lagi monopoli Jakarta. Masalah kemacetan juga telah menyambangi Surabaya. Meski belum separah Jakarta, tak pelak kemacetan Surabaya menambah beban ongkos transportasi bagi warga. Berapa menit yang terbuang dengan berada di jalanan Surabaya? Koran Opini mencoba menelusuri jalanan Kota Surabaya untuk Anda.

 

Koran Opini mengukur waktu tempuh salah satu jalanan paling padat di Surabaya, yaitu dari kawasan Tunjungan hingga ke batas kota, di terminal Purabaya atau Bungurasih di kawasan Waru. 

Berdasarkan Google Maps, waktu tempuh dari kawasan Tunjungan Plaza di pusat kota hingga ke terminal Bungurasih adalah sekitar 20 menit. Itu tanpa kepadatan lalu lintas. Namun kenyataannya, perjalanan pada tengah hari memakan waktu lebih lama dari itu. 

Dengan mengendarai sepeda motor perjalanan bisa memakan waktu 10 menit lebih lama. Jika ingin lebih cepat, pengendara motor harus pintar-pintar bermanuver menghindari kemacetan lalu lintas. Jika pergi dengan mobil pribadi justru akan makan waktu jauh lebih lama, karena mobil tidak bisa bergerak lincah di tengah kepadatan lalu lintas. 

Bagaimana dengan kendaraan umum? Dengan mencoba mengendarai angkutan kota atau lyn yang langsung menuju ke Terminal Purabaya, waktu tempuh bahkan memakan waktu lebih lama. Pada saat macet, perjalanan memakan waktu sampai 1 jam lebih. Ngetem menjadi penyebabnya. Meskipun jalan di sepanjang jalur Tunjungan-Waru dipasang rambu dilarang berhenti dan menaikkan atau menurunkan penumpang, lyn tetap saja berhenti setiap beberapa menit.

Salah satu pilihan adalah dengan menggunakan moda transportasi komuter. Transportasi berbasis kereta api ini tidak terkena efek kemacetan lalu lintas. Selain itu, ketepatan waktu komuter masih bisa diandalkan. 

Namun, moda transportasi ini hanya memiliki 6 jadwal saja dalam sehari. Komuter juga masih harus berbagi rel dengan kereta lain. Penumpang yang ingin menggunakan moda transportasi ini terpaksa harus menuju stasiun terdekat terlebih dulu, yang jumlah dan persebarannya terbatas.

Komuter sendiri sebenarnya lebih ditujukan bagi penduduk yang tinggal di wilayah sekitar Surabaya, seperti Sidoarjo dan Lamongan. Waktu tempuh dari stasiun paling dekat dengan kawasan Tunjungan, yaitu Stasiun Gubeng, hingga ke Stasiun Waru yang berada di seberang Terminal Bungurasih mencapai kurang lebih 50 menit!

Parahnya waktu tempuh di jalanan Surabaya tampaknya memaksa warga memilih menggunakan transportasi pribadi. Setiap tahun jumlah kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, terus bertambah. Transportasi umum pun makin terpinggirkan. Jalanan semakin macet, dan waktu yang dihabiskan di jalanan juga bertambah lama.

Surabaya perlu moda transportasi umum yang baru dengan segera. Transportasi umum yang mampu menguraikan masalah kemacetan, mampu mengangkut penumpang secara massal, cepat, dan yang terpenting, murah. Transportasi ini harus bisa diakes oleh semua warga, dan mampu mengakses setiap sudut Surabaya. Akankah proyek trem Pemerintah Kota Surabaya mampu menjawab tersebut?

back to top