Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Berburu burung di pasar Kupang

Berburu burung di pasar Kupang
Surabaya - KoPi | Panas terik Surabaya tidak menghentikan langkah mereka. Siang-siang begini, para pemburu burung mulai memadati pasar Kupang Surabaya. Berjejer sangat banyak toko maupun pedagang dengan lapak seadanya memamerkan jenis burung yang ditawarkannya. Masing-masing toko biasanya memiliki handalan burung yang akan ditawarkan.

 Agus, salah satu pedagang burung di pasar burung ini menjadikan burung andalannya adalah merpati kipas. Keindahan burung merpati yang berwarna putih dengan ekor mumbul mementuk kipas itu menarik banyak perhatian pembeli. Agus sendiri mematok harga 150.000 untuk satu ekor burung merpati kipas.

Meskipun begitu, di pasar burung ini memiliki sangat banyak macam burung yang ditawarkan. Baahkan beberapa toko tidak hanya menjual burung, terlihat mereka menjual unggas seperti ayam dan bebek. Ada juga satu toko yang mejual binatang seperti tokek, iguana dan burung hantu.

“Kalo rame malah pas waktunya ngabuburit. Sambil nunggu buka sambil cari burung buat di pelihara” tutur Agus.

Agus sendiri sudah lama berprofesi menjadi seorang pedagang burung. Ia menegaskan bahwa tokonya menjual burung yang memang pantas untuk dijual. “kalo burung yang dilindungi gitu kita gak punya. Berapapun ditawar juga kita gak punya” uajrnya. | Labibah

back to top