Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Berburu buka puasa ala PPT

Berburu buka puasa ala PPT
Surabaya - KoPi | Berbuka puasa tidak lagi identik dengan makan di rumah. Dengan padatnya kesibukan masyarakat saat ini, berbuka di jalan menjadi alternatif. Mereka yang masih berada di tengah jalan saat adzan Maghrib berkumandang punya berbagai pilihan. Dari pedagang kaki lima, rumah makan di pinggir jalan, mall, hingga masjid.
 

Ya, kini masjid juga menjadi tujuan favorit untuk berbuka puasa. Mulai awal hingga akhir bulan Ramadhan, hampir seluruh masjid di Surabaya mengadakan buka bersama. Bahkan, ada istilah khusus bagi mereka yang sengaja berbuka puasa di masjid, yaitu PPT alias Para Pencari Takjil. Istilah itu merupakan plesetan dari judul sebuah sinetron yang tayang tiap bulan Ramadhan.

Di Masjid Baitul Falah, Ngagel, misalnya. Takmir masjid tersebut setiap hari menyediakan kurang lebih 200 nasi untuk jamaah yang sholat di sana. Bukan hanya nasi, para musafir yang sholat dan berbuka di masjid ini juga disuguhi jus buah sebagai takjil pembatal puasa.

"Di masjid ini lebih banyak didatangi musafir, karena warga Muslim di sini bukan mayoritas," tutur Hadi, takmir Masjid Baitul Falah. 

Suasana di masjid tersebut tengah ramai oleh musafir dan warga sekitar. Kebetulan saat itu Masjid Baitul Falah juga tengah mengadakan acara talkshow dengan sebuah radio swasta di Surabaya.

Salah satu pengunjung masjid Baitul Falah, Lia, mengatakan ia kebetulan sedang jalan-jalan bersama keluarganya. Perempuan dengan dua putri tersebut memutuskan berbuka di masjid karena adzan Maghrib telah berkumandang sebelum mereka sampai di rumah.

"Kebetulan tadi lagi jalan-jalan sama suami dan anak saya. Rumah saya di daerah Simo. Pas ada masjid di sini, jadi buka di sini," akunya.

Lain lagi cerita Fandi. Pria yang berprofesi sebagai tenaga penjualan tersebut mengaku sering berbuka di masjid karena jarak kantor dan rumahnya cukup jauh.

"Kantor saya di daerah Gedangan mas, sedang rumah saya di Tambaksari. Jadi saya lebih sering buka di jalan," ceritanya.

back to top