Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Begini jadinya kalau Puteri Indonesia dan balerina manggung di pasar malam

Begini jadinya kalau Puteri Indonesia dan balerina manggung di pasar malam
Surabaya - KoPi | Alunan lagu cinta mengiringi langkah kaki balerina Catherine di panggung. Berikutnya, lantunan musik berubah menjadi lebih rancak. Dan Puteri-puteri Indonesia melangkah dalam sebuah sesi peragaan busana.
 

Jangan bayangkan balerina dan Puteri Indonesia tersebut melangkah di panggung megah di gedung pertunjukan mewah. Mereka perform di sebuah panggung kecil di acara pasar malam kampung. Panggung mereka pun tidak berada di sebuah tempat indoor, tapi di tanah lapang di depan balai desa, dengan sound system seadanya. Sungguh sangat kontras dengan penampilan mereka. Namun, hal itu sama sekali tak mengurangi kecantikan dan keluwesan mereka.

Bagaimana ceritanya para Puteri Indonesia tersebut bisa 'manggung' di sebuah acara pasar malam kampung di Desa Made, Sambikerep, Surabaya ini? Ternyata kegiatan ini adalah salah satu kegiatan Ikatan Alumni Puteri Indonesia (IAPI) Jawa Timur. Kegiatan yang diberi nama Puteri Indonesia Jawa Timur Gerebek Kampung tersebut bertujuan mempromosikan kegiatan budaya, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan bagi masyarakat pinggiran.

"Kami memang sengaja mendatangi kampung yang masih teguh memegang adat budaya. Di sini kami bekerja sama dengan karang taruna setempat untuk memberi penguatan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan budaya," ungkap Dewan Penasehat IAPI Jatim Dewi Maharani. 

Maharani mengatakan, Desa Made dipilih karena masih menjaga tradisi budaya meskipun di kepung desakan perkembangan kota. Ia mencontohkan, Desa Made masih menjaga adat seperti bersih desa, sedekah bumi, selamatan, dan wayangan.

Istri Wakil Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan betapa tersanjungnya dirinya karena IAPI mau turun langsung ke pelosok desa seperti Desa Made. Kedatangan para Puteri Indonesia tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pinggiran.

"Memang saat ini ekonomi sedang sulit, tapi kita pasti bisa melaluinya kalau kita mau kerja keras dan pantang menyerah. Syaratnya, tetap tingkatkan kapasitas pendidikan, terutama bagi anak muda," tutur Fatma dalam sambutanya.

Ia mengungkapkan, masyarakat bisa mendapatkan berbagai pengetahuan dari mana saja. Salah satunya adalah melalui kegiatan pelatihan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur. Pelatihan UMKM yang diberikan secara cuma-cuma tersebut telah berhasil meningkatkan taraf hidup para pesertanya.

Kedatangan para Puteri Indonesia tersebut tentu membuat heboh para warga Desa Made. Maklum, sosok Puteri Indonesia yang selama ini hanya bisa mereka lihat di layar televisi kini berada di tengah-tengah mereka. Banyak warga yang berebut ingin berfoto bersama dengan Puteri Indonesia Jawa Timur 2015 Rr. Sherylthaa Pratyscha.

"Cantiknya Kak Puteri Indonesia," komentar anak-anak Desa Made ketika berfoto bersama Tysca. Karena itu, ketika Fatma bertanya kepada anak-anak, siapa yang kelak ingin jadi Puteri Indonesia, anak-anak tersebut langsung berebut tunjuk tangan.

Samsul Huda, Ketua RW 01 Desa Made, mengaku terkejut dan tersanjung atas kedatangan Puteri Indonesia dan Ibu Wakil Gubernur. "Kok mau datang ke desa kami yang kondisinya kayak gini. Wong air saja susah, paving belum jadi," kata Samsul Huda.

back to top