Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

“Bebaskan Palestina” Lewat Puisi

“Bebaskan Palestina” Lewat Puisi

Siaran Press


KEDIRI – KoPi- Banyak cara membantu penderitaan rakyat Gaza, Palestina, yang hari ini terus dibombardir tentara Zionis Israel. Mulai dari mengirim tenaga relawan, bantuan uang, makanan dan obat-obatan, hingga sekurang-kurangnya doa.

Namun berbeda dilakukan sejumlah penulis di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Mereka menulis puisi dan menyerukan pembebasan Palestina dan perdamaian dunia lewat bait-bait puisi yang menyentuh jiwa.

Puisi itu dilombakan untuk menarik minat masyarakat Indonesia agar menujukan mata dan hati ke Palestina. Lomba telah dibuka mulai 15 Juli 2014 hingga berakhir pada 30 Agustus 2014.

Sementara itu, pemenang akan diumumkan pada 7 September 2014. Sebagai tanda apresiasi, FAM Indonesia memberikan hadiah berupa uang tunai, paket buku, dan piagam penghargaan. Puisi terpilih juga dibukukan.

Sekjen FAM Indonesia Aliya Nurlela, Selasa (15/7) mengatakan, lomba terbuka untuk umum, baik muslim maupun nonmuslim yang turut peduli terhadap derita yang dialami rakyat Palestina. Sebab katanya, penduduk Palestina, selain muslim juga dihuni oleh nonmuslim.

“Walau lewat puisi, ini wujud kepedulian penulis Indonesia terhadap saudara-saudaranya di Gaza,” kata Aliya Nurlela yang juga penulis novel “Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh”.

Dijelaskan, adapun ketentuan lomba di antaranya, puisi bertema “Bebaskan Palestina”. Naskah puisi harus asli (original) karya sendiri, bukan jiplakan atau terjemahan dan sedang tidak diikutsertakan pada lomba lain yang bersamaan.

“Puisi mengandung unsur kebaruan dan memuat pesan-pesan dukungan dan kepedulian terhadap penderitaan yang sedang diderita rakyat Palestina,” ujarnya.

Selain itu, naskah puisi diketik di komputer dengan ukuran A4/kuarto, maksimal 1 halaman 1 spasi, ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Peserta menuliskan Biodata (ditulis dalam bentuk narasi) dibubuhkan di lembar terakhir naskah. Puisi yang diikutsertakan maksimal 2 (dua) judul.

Naskah dikirim ke panitia lomba via email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. (selambat-lambatnya 30 Agustus 2014). Subjek Email ditulis: LOMBA CIPTA PUISI FAM_NAMA PENULIS.

“Informasi lebih lengkap dapat bergabung di grup “Forum Aishiteru Menulis” di facebook yang saat ini beranggotakan 10.700-an anggota,” tambahnya. (rel)





   

back to top