Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Apa yang dilakukannya memang tidak 'mainstream', namun... (1)

Apa yang dilakukannya memang tidak 'mainstream', namun... (1)

Surabaya-KoPi| Seorang pemimpin menghabiskan waktunya untuk memecahkan masalah-masalah yang membelit rakyatnya. Cara bisa saja berbeda. Ada yang blusukan, ada pula yang bekerja keras mengorganisasi kegiatan-kegiatan yang berdampak pada penguatan sosial dan ekonomi rakyat.

Masyarakat seringkali hanya melihat 'bleger' saja, seperti blusukan sana sini, tiba-tiba seorang bupati turun di keramaian jalan kemudian ikut mengatur lalu lintas, atau bernegosiasi dengan para PKL. Tentu saja hal itu tidak salah, namun ada sisi kepemimpinan lain yang bekerja keras tanpa dipedulikan oleh media mainstream.

Sisi lain itu adalah bekerja 'dalam sunyi' atau bekerja tanpa peduli popularitas media massa. Akan tetapi apa yang dikerjakannya mampu membuat masalah sosial dan ekonomi terpecahkan.

Seperti kerja Fatma Saifullah Yusuf (FSY) yang secara tekun dalam pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat khususnya Jawa Timur. Ia adalah Ketua Umum BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Jawa Timur, yang kebetulan istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf. Ketika terpilih menahkodai BKOW Jawa Timur, FSY harus berhadapan dengan tantangan pertama.

Tantangan tersebut adalah bagaimana harus menjadikan BKOW Jawa Timur sebagai organisasi yang kuat, bervisi kemanusiaan, dan memiliki program berorientasi pada kepentingan rakyat. Fakta permasalahan yang tidak mudah, BKOW Jawa Timur beranggotakan 41 organisasi wanita dengan pandangan berbeda-beda terhadap suatu permasalahan. Tidak terhindarkan, fakta tersebut menyebabkan BKOW Jawa Timur sarat konflik kepentingan di antara para anggotanya.

Ketika konflik terus berlangsung, dikhawatirkan dampaknya pada program-program yang tersusun tidak terlaksana secara baik. FSY melakukan hal yang tidak mudah, yaitu mengubah konflik menjadi harmoni. Maka FSY menciptakan langkah yang mungkin pemimpin politik lain tidak telaten, yaitu mendekati secara personal, kekeluaragaan, merangkul semua tanpa pilih kasih, hingga melakukan komunikasi dari hati ke hati.

"Saya yakin para pemimpin tersebut niat dan harapannya sangat baik kepada BKOW. Namun perbedaan bahasa atau cara penyampaian bisa menjadi sebab konflik. Jadi saya harus rajin berdialog dengan mereka, dan mempertemukan mereka untuk berbicara dengan hati,"jelas FSY kepada KoPi. 

Keyakinan FSY tersebut ternyata berbuah positif. BKOW Provinsi Jawa Timur menjadi solid. Walaupun demikian FSY terus menciptakan komunikasi baik antar personal dan forum. Media komunikasi bisa secara tatap muka maupun teknologi media seperti BBM dan WA. 

Setelah memecahkan masalah pertama, FSY mengajak para pengurus perwakilan 41 organisasi wanita tingkat provinsi itu untuk menyusun program. (Bersambung ke Apa yang dilakukannya memang tidak 'mainstream', namun... 2) |YP|

back to top