Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Ada sengsara di balik berkah parkir swadaya

Ada sengsara di balik berkah parkir swadaya
Surabaya – KoPi | Adanya lahan parkir yang dibangun atas inisiatif warga memberikan berkah bagi beberapa pihak. Salah satunya adalah lahan parkir motor di jalan Kali Asin di kawasan mall Tunjungan Plaza Surabaya. Lahan parkir swadaya masyarakat yang menggunakan hampir setengah ruas jalan Kali Asin itu membawa keuntungan besar bagi warga sekitar.

Warga membangun lahan tersebut dengan aturan yang disepakati bersama. Tidak hanya itu, pemilik usaha di sekitar lahan parkir swadaya merasakan pula keuntungan besar setiap hari. Misalnya Pak Rais, pemilik warung makan yang mengaku mampu mendapat penghasilan Rp 1 juta per hari. Namun bagaimana dengan warga Kali Asin lain yang jauh dari lahan parkir?

Kebanyakan warga Kali Asin tinggal di gang-gang yang hanya bisa dilewati satu motor. Karena itu, mereka kadang mengeluhkan jika sepeda motor pengunjung memenuhi jalan. Hal itu diungkapkan Bu Tidar, salah satu warga di Kali Asin Gang 5 yang merasa terganggu dengan lahan parkir tersebut.

“Gimana ya mbak, aku lewat tuh kadang susah banget kalo bawa motor. Itu kan jalan umum, kadang ya motor parkir gitu seenaknya. Atau orang habis parkir gitu lama beres-beres dulu. Itu kan di tengah jalan loh mbak, sampe gregetan!” ujar bu Tidar dengan wajah kesal.

Cipratan rejeki juga tidak didapatkan Bu Iin, pemilik dari warung makan di Kali Asin gang 4. Ia merasa warungnya tidak memiliki pendapatan sebesar warung makan di sekitar lahan parkir swadaya.

“Pengunjung gak bakal lewat sini toh mbak, jadi yo pembeliku cuma warga sekitar sini,” ungkapnya. Hal ini memperlihatkan bahwa keuntungan dari adanya lahan parkir swadaya hanya dirasakan sebagian pihak saja.

Pengguna parkir swadaya sebenarnya juga menyadari lahan parkir tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar. Seperti yang diungkapkan Rahman, salah seorang pengguna parkir swadaya. “Aku sebenernya tau sih ini sangat mengganggu jalan, apalagi kan ini jalan umum. Masayarakat sini juga kan harus lewat sini. Cuma ya gimana ya, aku lebih nyaman parkir di sini dibanding parkir di parkir resmi TP,” ujar Rahman.

back to top