Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ada harta karun tersembunyi di pasar ini

Ada harta karun tersembunyi di pasar ini
Surabaya – KoPi | Menyusuri pasar loak di Kota Surabaya seperti berburu harta karun. Kita tidak pernah tahu apa yang akan kita dapat. Ada banyak pasar loak di Surabaya, masing-masing dengan spesialisasinya sendiri. Pasar loak Gembong misalnya, yang lebih terkenal dengan baju bekas, spare part motor, alat-alat elektronik, hingga barang antik.
 

Pasar Gembong sering menjadi jujugan bagi anak muda yang ingin tampil keren dengan harga murah, karena banyak baju bermerk bekas yang ditawarkan di sana. Bukan hanya baju, ada juga berbagai sparepart alat elektronik, telepon seluler, dan kendaraan bermotor bagi mereka yang hobi modifikasi kendaraan bermotor dan barang elektronik.

Lain lagi pasar loak yang terletak di dalam Pasar Blauran. Pasar tersebut lebih dikenal sebagai pusat buku bekas di Surabaya. Jika jeli mencari, kita bisa menemukan buku atau majalah langka yang tidak terbit di Indonesia. Bahkan pasar loak Blauran ini sering menjadi jujugan bagi mahasiswa baru untuk mencari buku-buku perkuliahan. Salah satu buku yang paling banyak dicari oleh mahasiswa dan selalu ditawarkan para penjual di pasar tersebut adalah Pengantar Ilmu Politik karya Prof. Kacung Maridjan.

Lain lagi di pasar loak Dupak. Pasar ini disebut jauh lebih lengkap dibanding pasar loak lain di Surabaya. Namun jangan harap bisa selesai mengelilingi pasar ini dalam satu hari. Pasalnya, pasar loak ini disebut-sebut sebagai yang terbesar di Asia Tenggara. Ada lebih dari 12.000 kios di pasar ini.

Sebagai pasar terbesar, pasar loak Dupak memiliki koleksi yang sangat lengkap. Semuanya dibagi ke dalam beberapa blok. Misalnya blok onderdil kendaraan bermotor, blok elektronik, blok baju bekas, hingga blok besi tua dan mesin-mesin berat.

Begitu lengkapnya, ada guyonan di Surabaya yang menyebutkan barang loak di pasar Dupak bisa dipakai untuk merakit roket untuk terbang ke bulan. Di pasar loak Dupak bukan hanya warga lokal yang mencari barang bekas. Warga dari luar kota, luar pulau, bahkan dari luar negeri kerap mencari barang antik, onderdil mesin berat, onderdil kapal, bahkan kabel PLN!

 

Jangan remehkan pasar loak. Jika pelanggan pasar loak menyebut berburu barang di pasar tersebut seperti berburu harta karun, maka bagi pedagang di sana barang bekas adalah brankas kekayaan. Total omzet di pasar loak Gembong konon mencapai Rp 1,5 milyar setiap bulan. Sedangkan pasar Dupak ditengarai memiliki omzet Rp 18 milyar sebulan!

back to top