Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Zulkifli Hasan: "Umat Islam masih rapuh dalam segi politik, ekonomi, sosial"

Zulkifli Hasan: "Umat Islam masih rapuh dalam segi politik, ekonomi, sosial"

Yogyakarta-KoPi|Konggres Umat Islam Indonesia VI 2015 bertempat di Yogyakarta. Konggres berlangsung selama tiga hari, 8-11 Februari 2015. Pada hari ketiga kelanjutan konggres Ketua MPR RI, Dr. H. Zulkifli Hasan, SE., MM berkesempatan memberikan sambutan.

Menurutnya tema Konggres kali ini “ Penguatan Peran Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Umat Islam untuk Indonesia yang Berkeadilan dan Berperadaban”, merupakan tema yang sangat inspiratif. Kelengkapan aspek kehidupan tersebut definisi pengurusan dan pelaksanaan di tangan negara dan umat.
Dalam uraiannya Zulkifli Hasan menuturkan beberapa poin penting. Posisi Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, memiliki keselarasan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Namun posisi massifnya umat Islam Indonesia belum diimbangi dengan kuliatasnya. “Umat Islam sekarang masih berjuang mengejar ketertinggalan dalam banyak bidang baik ekonomi, politik, ekonomi dan sosial budaya yang berimplikasi pada peradaban bangsa”, terang Zulkifli Hasan.
Padahal umat Islam memiliki andil yang besar terhadap sejarah kemerdekaan Indonesia. Romansa masa lampau itu setidaknya mampu memberikan inspirasi peran umat Islam saat ini.

Dalam aspek politik umat Islam masih lemah. Hal ini terindikasi dari rapuhnya nilai-nilai Islam. “Penting bagi umat Islam menjadi role model integrasi pelaksanaan politik Indonesia”, tutur Zulkifli Hasan.

Selain politik, Zulkifli Hasan juga menyinggung ekonomi syariah. Zulkifli menyadari, populasi tertinggi umat Islam belum disertai dengan landasan ekonomi syariah. “Tantangan kita bersama berupa sistem kapitalistik dari dalam maupun luar negeri”.

Koreksi dari segi budaya pun turut dilotarkan, Zulkifli prihatin esensi kehidupan telah bergeser menuju kehampaan.
“Kita menuju era simbolisasi semu, spiritualitas yang hilang, berganti semangat konsumerisme dan pragmatisme”. |Winda Efanur FS|

back to top