Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tukang becak ini bertaruh suara demi Surabaya lebih sejahtera

Tukang becak ini bertaruh suara demi Surabaya lebih sejahtera

Surabaya-KoPi| 9 Desember 2015 merupakan saat yang menentukan bagi beberapa kabupaten dan kota di Indonesia. Salah satunya ialah di TPS 1 Pagesangan Jambangan Surabaya. Romli misalnya, tukang becak di Surabaya Selatan ini turut memberi partisipasi suaranya.

“Tiap Pemilu saya selalu nyoblos. Ya, cuma ini cara agar suara saya bisa didengar oleh negara,” ujarnya kepada KoPi (/9/12). Romli memilih salah satu calon pasangan yang dianggapnya mampu mengangkat orang kecil seperti dirinya.

“Orang kecil seperti saya ini masih belum punya  kesempatan untuk lebih sejahtera. Masih banyak peraturan yang malah bikin kita sengsara. Saya pilih yang lebih baru Mbak, yang bakalan bikin Surabaya lebih sejahtera,” tuturnya terang-terangan.

Sebelumnya, Romli masih merasa kebijakan di Surabaya masih sangat berbelit-belit dan membuat pihaknya susah. Salah satunya masalah tempat tinggal, dirinya harus terkatung-katung diusir pemerintah karena sudah tidak memiliki rumah.

“Tempat tinggal sudah tidak punya. Jadi bikin tempat seadanya. Tapi ya gitu, sering diobraki. Kalo gitu ya susah mau lari sana sini. Padahal saya asli orang Surabaya, tapi sudah ndak punya tempat disini,” ujar ayah 4 anak ini.

Meskipun begitu, Romli masih pesimis dengan hasil akhir. Baginya, suara untuk pasangan calon nomor 2 sangat kuat. “Yowes Gusti Allah sing atur Mbak. Sing penting awakdewe isok sejahtera,” ujarnya.

Selain menghabiskan waktu untuk nyoblos, Romli memanfaatkan waktu untuk mencari penumpang becaknya. Disebabkan sejak pagi cuaca Surabaya mulai terlihat mendung. “Lumayan banyak penumpang Mbak, abis nyoblos pulang minta dianter becak,” tutupnya.

back to top