Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

TPS fiktif di Kabupaten Sampang

TPS fiktif di Kabupaten Sampang

Sampang – KoPi, Kejadian memalukan terjadi dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan serentak secara nasional pada kemarin (9/4). Hajatan nasional yang sejatinya disambut dengan semangat luber jurdil malah dinodai oleh praktek-praktek ilegal.

Di dusun Kira Barat, kecamatan Ketapang kabupaten Sampang terjadi kasus TPS fiktif.


Di mana di desa tersebut surat undangan pencoblosan tidak dibagikan dan terdistribusikan oleh panitia penyelenggara setempat. Ajaibnya terjadi proses rekapitulasi oleh panitia padahal sebelumnya tidak ada proses pungut-hitung suara, hal ini terjadi di TPS 08 dan 09


Hal ini bermula ketika adanya isu sidak dari jajaran Kapolda, seketika TPS fiktif itu yang semula tidak ada kemudian oleh KPPS didirikan untuk menutupi kecurigaan dan lolos dari pantauan sidak tersebut. Di TPS tersebut hanya ada kotak suara namun tidak tersedia bilik suara.


kejadian ini sitengarai kental indikasi adanya manipulasi yang dilakukan oleh salah satu caleg, terkait hal ini Panwaslu Kabupaten Sampang masih melakukan penyidikan.


Jika terbukti bersalah, maka pelaku tersebut akan diancam pidana penjara paling lama 4 (empat ) tahun penjara, dengan denda 48 juta, sesuai pasal 309 UU No.8 Tahun 2012 karena telah menghilangkan hak suara pemilih.



Nora T. Ayudha

 

back to top