Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tanda tanya dibalik calon tunggal Risma

Tanda tanya dibalik calon tunggal Risma
Surabaya - KoPi| Gagalnya pasangan Rasiyo-Dhimam menuju pilkada Surabaya Desember mendatang menuai  persoalan baru. Pasalnya, jika  pasangan ini gagal naik  bersanding dengan pasangan Risma-Wishnu di pilkada Surabaya 2015, pilkada Surabaya akan ditunda pada dua tahun mendatang.

Persoalan administratif pendaftaran menjadi ganjalan besar bagi Rasiyo-Dhimam untuk menggantikan posisi Risma sebelumnya.

Masyarakat Surabaya tidak ramai memperbincangkannya. Bagi mereka, hal ini bukan masalah besar. “Saya memilih Bu Risma, jadi kalau pasangan yang satunya gagal ya toh Bu Risma tetap ada,” ujar Kusmin, salah satu warga Gubeng Kertajaya, Surabaya.

Memang masih banyak masyarakat yang belum tahu mengenai resiko dari adanya calon tunggal, yaitu pilkada akan ditunda selama 2 tahun ke depan. Sehingga walikota Surabaya akan kosong mengingat jabatan Risma yang habis pada Desember mendatang.

“Kalo calon tunggal, nantikan walikota akan diganti oleh PLT, saya berharap Gubernur Jawa Timur memilih PLT nya adalah Bu Risma. Sehingga beliau akan mengurus permasalahan di Surabaya tuntas lebih dari 10 tahun” ujar Indra, mahasiswa asal Surabaya.

Gugurnya Rasiyo-Dhimam menuai  kritikan mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Mantan presiden yang aktif di sosial media twitter ini menuliskan bentuk protesnya pada keputusan KPUD Surabaya.

“Pimpinan PD & PAN (partai pengusung) berpendapat – tidak seharusnya pasangan calon itu digugurkan. Karenanya, PD & PAN akan gugat putusan KPUD ke Panwaslu, sesuai dengan hak yang diatur dalam UU Pemilukada. *SBY*” tulis Presiden RI ke-6 dalam akun @SBYudhoyono tersebut.

Menurut Ketua Umum Partai Demokrat ini, kekurangan persyaratan calon wakil walikota dan rekomendasi DPP PAN yang dianggap belum ‘klop’ bisa diperbaiki.

SBY menutup  kicauannya dengan himbauan investigasi terkait kejadian tersebut. “Sangat baik kita tahu, terutama rakyat – kalau memang ada yang ingin tunda Pilkada Surabaya – Siapa oknum-oknum itu gerangan?,” tutupnya. |Labibah|

back to top