Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Tak ada lagi boneka di Pilkada

Tak ada lagi boneka di Pilkada
Surabaya - KoPi | Pasangan calon walikota dan wakil walikota Surabaya, Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid dinilai banyak pihak sebagai penantang kuat bagi walikota petahana Tri Rismaharini. Kekhawatiran bahwa penantang Risma yang berpasangan dengan Wisnu Sakti Buana hanya akan menjadi calon boneka mulai tertepis.
 

"Rasiyo dianggap memiliki pengalaman di lingkup pemerintahan, karena pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur," cetus pengamat komunikasi politik Suko Widodo (13/8). Pengalaman tersebut, menurut Suko, menjadi bekal dan pertimbangan Partai Demokrat untuk menantang pasangan Risma-Wisnu yang diusung PDI-P.

(Baca: Rasiyo-Dhimam bukan boneka, tetapi...)

PDI-P sendiri menganggap pasangan Rasiyo-Dhimam sebagai lawan sepadan Risma-Wisnu. Mereka menilai rekam jejak Rasiyo-Dhimam cukup luar biasa. Selain pernah menjabat sebagai Sekda, Rasiyo saat ini juga menjababat sebagai Komisaris Utama Bank UMKM. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur serta pernah menjadi kepala sekolah di SMP PGRI.

Pengalaman tersebut, kata Suko, dapat menjadi modal utama dalam melawan Risma. "Risma dan Rasiyo sama-sama memiliki modal pengalaman di birokrasi pemerintahan. Bedanya Risma sudah start duluan masuk ke dunia politik," ungkapnya.

Sedangkan Dhimam Abror Djuraid sendiri memiliki segudang pengalaman di berbagai organisasi. Ia merupakan mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim, pemimpin redaksi di 3 media besar di Surabaya (Jawa Pos, Surya, Surabaya Post), dan saat ini menjabat sebagai Ketua Harian KONI Jawa Timur.

back to top