Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Susi berhenti merokok demi apa?

Susi berhenti merokok demi apa?

Surabaya – KoPi- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat berkomentar ingin meninggalkan kebiasaannya merokok. Padahal selama ini ia diidentikkan dengan rokok. Susi juga kerap menjadi sorotan di dunia maya karena kebiasaannya itu. Bagaimana niatan tersebut di mata pakar branding Novri Susan?

 “Merokok atau tidak merokok adalah hak individu sebagaimana Susi Pudjiastuti yang sekarang menjabat sebagai menteri. Namun, ada sebagian masyarakat yang menolak figur pejabat publik merokok terlalu bebas di depan umum. Sehingga, ada sebagian kalangan masyarakat yang protes beberapa waktu lalu. Nah bagaimana pun protes tersebut merupakan pesan agar pejabat tidak memberi contoh buruk. Ini menjadi tekanan mental yang cukup berat juga bagi Susi,” ujar Novri Susan.

Memang pada masa awal setelah pelantikan, Susi terkesan tidak mau tahu dan bersikeras bahwa itu adalah dirinya apa adanya. Sebenarnya merokok atau tidak, sama sekali tidak berpengaruh pada kinerjanya. Namun seiring dengan perjalanan waktu, Susi mulai melunak.

Novri berpendapat sebagian masyarakat melihat kebiasaan merokok merupakan praktek yang bermasalah bagi kesehatan dan pendidikan karakter anak-anak mereka. Selama ini perempuan yang merokok masih dipersepsi publik sebagai perempuan tidak baik atau tidak bertatakrama.

Selain itu, sebenarnya Susi selama ini dikenal sebagai figur yang punya kapasitas untuk dekat dengan publik. Sedangkan perilaku merokok ini disebut sebagai kesalahan dalam etika publik. Untuk menunjukkan bahwa dirinya juga merupakan satu kesatuan dengan masyarakat, disampaikanlah keinginan untuk berhenti merokok itu.

“Pesan di balik niatan berhenti merokok itu adalah Susi ingin menunjukkan bahwa dia juga masih menjadi bagian dari masyarakat terutama yang alergi pada perilaku merokoknya. Dia ingin merangkul semuanya, itu baik sekali,” jelas dosen Sosiologi Unair ini.

Apakah ini bukan sekedar pencitraan saja? Hal itu tidak penting, karena masyarakat akan melihat Susi tidak lagi merokok di depan publik. Dengan cara itu Susi menciptakan makna konstruktif, bahwa ia adalah figur yang mau mendengar pendapat rakyat. Itu juga menciptakan makna bahwa Susi adalah orang yang mau menerima perubahan.

“Itu akan kita lihat pada komitmen dan konsistensinya. Karakter kebangsaan Susi akan kelihatan dengan niatnya untuk berhenti merokok walaupun sebenarnya merokok adalah hak pribadi selama tidak mengganggu kepentingan umum,” ungkap Novri.

Bagaimanapun juga, jika Susi memilih untuk tetap bersikeras, bisa jadi visi dan misinya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan akan mengalami hambatan. Jika susi menolak untuk berubah, ia bisa saja dianggap sebagai menteri yang tidak dewasa. Padahal kinerjanya di awal saja luar biasa.

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top