Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Surabaya terancam tidak punya walikota

Kantor Walikota Surabaya Kantor Walikota Surabaya
Surabaya – KoPi | Bulan Juli 2015 merupakan masa di mana Tr Rismaharini mengakhiri masa jabatannya sebagai Walikota Surabaya. 5 tahun menjadi orang nomor satu di Surabaya, peraih penghargaan Mayor of the Month atau salah satu wali kota terbaik di dunia ini harus melepas jabatannya. Seyogyanya saat ini kandidat calon telah mulai mempersiapkan pilkada yang akan diusung di Surabaya.

Dengan disahkannya UU No 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, seluruh masyarakat Indonesia akan memilih gubernur, bupati, walikota secara serentak dalam satu hari. Menurut ketua KPU Husni Malik, kemungkinan besar Pilkada dilaksanakan pada 9 Desember 2015.

Berdasarkan laporan KPU, tahapan pilkada antara lain sebagai berikut:

1. Februari-Maret 2015 penyusunan PKPU.

2. April - Mei 2015 pembentukan PPS dan PPK.

3. Juni 2015 penyerahan dukungan calon pasangan perseorangan.

4. 22-24 Juli 2015 pendaftaran pasangan calon dan penetapan pasangan calon tanggal 24 Agustus 2015.

5. April 2015 mulai sosialisasi bimbingan teknis.

6. Masa kampanye dimulai setelah penetapan calon selesai atau sampai Desember jelang pemilihan.

7. Oktober 2015 penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

8. Pilkada serentak digelar 9 Desember 2015.

Masa jabatan yang telah habis di bulan Juli, membuat kota yang dikenal dengan maskot buayanya ini sudah tidak bisa dipimpin oleh Risma sampai Surabaya kembali mendapatkan walikota baru. Jarak antara habisnya masa jabatan Risma dengan pilkada yang dilaksanakan di bulan Desember berarti akan ada kekosongan kepemimpinan selama 6 bulan. Dengan kata lain, selama 6 bulan Surabaya akan kehilangan walikota.

Lalu bagaimana kota yang kerap menerima empat kali pernghargaan Adipura secara berturut turut untuk kategori kota metropolitan ini dapat menanggapi kekosongan tersebut?

“Jujur aku belum tahu tentang berita ini, karena belum di sorot beberapa media yang aku baca. Tapi jikalau sampai ada kekosongan walikota dan dipimpin dengan PLT (pelaksana tugas) atau pemimpin sementara, selama itu bisa lebih baik dari bu Risma ya gak masalah,” ujar Isra Yuda selaku mahasiswa Ilmu Sosial di Surabaya.

Lain lagi tanggapan Naufal, mahasiswa Sosiologi asal Jakarta. Meski ia tidak memiliki hak untuk memilih walikota Surabaya, ia merasa PLT tidak akan mempengaruhi kinerja pemerintahan. “Menurut saya tidak masalah kok. Tinggal bagaimana cara me-manage itu semua di masa peralihan jabatan,” ungkapnya. | Labibah

back to top