Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

SBY membatalkan kunjungan ke Australia

Milik: Pak SBY Milik: Pak SBY

KoPi| Mantan Presiden SBY membenarkan tentang batalnya berkunjung ke Australia. SBY semula berencana datang ke Perth sebagai "visiting professor" di University of Western Australia dan "senior fellow" di US-Asia Centre. Pembatalan itu sehubungan situasi yang memanas pasca-eksekusi mati warga Australia di Indonesia (28/4).

“Masyarakat Australia amat emosional dan lakukan unjuk rasa di sejumlah kota, terkait eksekusi terpidana mati warga negaranya.” Jelas SBY dalam akun twitternya 29 Mei 2015."

SBY mengatakan tidak mungkin dirinya berseberangan dengan negara dan pemerintah karena berkaitan dengan kedaulatan bangsa. Meskipun, untuk beberapa hal ia bisa berseberangan dengan kebijakan pemerintah.

“Memang saya tak selalu setuju dengan cara-cara pemerintah menangani (handling) hubungan internasional, tetapi kita punya kedaulatan.Sebagaimana Indonesia menghormati kedaulatan negara lain, negara lain juga mesti menghormati kedaulatan dan sistem hukum kita.

Selama 10 tahun pimpin Indonesia, saya berupaya keras untuk tingkatkan persahabatan dan kerjasama, sambil atasi masalah yang ada. Hasilnya nyata. Australia dukung penuh kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, termasuk Papua.

Kerjasama saling menguntungkan meningkat. Memang, sekali-kali ada isu yang mengganggu hubungan bilateral kita, tetapi akhirnya dapat kita atasi dan carikan solusinya.

Tadinya saya berharap selama berada di Australia bisa mendiskusikan bagaimana hubungan yang terganggu saat ini bisa dipulihkan.
Tanpa diminta, mungkin saya bisa bantu pemerintah agar hubungan baik kita tetap terjaga, termasuk "people-to-people relation".

Namun, situasinya belum kondusif untuk itu. Daripada kontra produktif, saya putuskan untuk menunda kunjungan saya ke Australia.” Demikian SBY.|

back to top