Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

SBY juga di balik pemecatan Prabowo?

foto: www.itoday.co.id foto: www.itoday.co.id

Jakarta-KoPi. Pilpres 2014 makin panas. Kali ini beredar surat rekomendasi pemecatan kepada Prabowo oleh DKP (Dewan Kehormatan Perwira) TNI. Para penanda tangan tersebut diantaranya adalah SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang saat ini sebagai presiden RI.

Peredaran surat pemecatan oleh DKP menjadi bola panas yang multi intepretasi. Kalangan pro Prabowo mengatakan surat tersebut membuktikan bahwa ada upaya sistematis menghancurkan karir Prabowo sebagai perwira TNI yang saat itu sedang melejit. Menurut sumber KoPi dari partai Gerindra yang tidak bersedia disebutkan namanya, ada beberapa nama dalam surat tersebut yang memang membenci Prabowo.

"Prabowo itu perwira militer yang cerdas, komitmen mengabdi, dan patriot. Saat itu beliau menjadi rising star di kalangan perwira militer. Inilah yang menyebabkan kemungkinan kecemburuan. Karir Prabowo dihentikan, disabotase. Padahal dialah perwira militer yang sangat visioner pada masa depan Indonesia".

KoPi belum bisa mengonfirmasi tanggapan para jenderal anggota DKP. Beberapa kalangan dalam masyarakat meyakini bahwa surat tersebut sengaja diedarkan.

"Surat usulan pemecatan tersebut sengaja disebarkan untuk membunuh karakter Prabowo sih menurut saya".

Saat ini peredaran surat usulan pemecatan Prabowo tertanggal 21 Agustus 1998 tersebut menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat.*

 

Reporter: E. Hermawan

back to top