Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

SBY: Jangan tarik-tarik Polri dan TNI ke ranah politik

SBY: Jangan tarik-tarik Polri dan TNI ke ranah politik
Surabaya – KoPi | Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kembali agar TNI dan Polri bersikap profesional dan menjauhi politik praktis. SBY mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang memasuki masa transisi, dan profesionalitas TNI dan Polri dibutuhkan dalam mengawal Republik Indonesia menjadi negara maju.
 

“Para jenderal, marsekal, dan laksamana aktif, termasuk para petinggi Polri tidak boleh tergoda untuk masuk ke politik kekuasaan,” ujar SBY di Surabaya (10/2).

Ia juga mengingatkan hal sebaliknya, agar pihak sipil juga jangan menarik-narik petinggi TNI dan Polri memasuki wilayah politik praktis. Jangan sampai partai politik, politisi, dan presiden menyeret-nyeret Polri dan TNI demi memenuhi kepentingan politik masing-masing.

“Kalau ini terjadi ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap reformasi institusi TNI dan Polri,” tegas SBY. Menurutnya, itu adalah sebuah kemunduran dalam tatanan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh para politisi.

“Godaan yang bisa terjadi di masa transisi ini adalah niatan untuk kembali ke era otoritarian yang dulu telah kita koreksi,” ucap mantan Menkopolhukam pada era Megawati tersebut. Ia mengungkapkan pernah ada ide-ide untuk kembali ke masa otoritarian seperti di masa lalu.

SBY saat itu berpidato dalam acara pengukuhan mahasiswa baru Universitas Airlangga program Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor. Di hadapan 500-an mahasiswa baru, SBY menyampaikan kuliah umum berjudul “Sistem Ketatanegaraan Indonesia dan Relasinya dengan Politik Nasional”.

 

back to top