Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Revisi UU Pilkada belum selesai, Pilwali Surabaya 2015 molor?

Revisi UU Pilkada belum selesai, Pilwali Surabaya 2015 molor?
Surabaya – KoPi| KPU Kota Surabaya mengaku belum melakukan persiapan teknis apapun untuk pemilihan wali kota Surabaya. Pasalnya KPU masih menunggu masih menunggu revisi UU Pilkada yang baru. “Sama saja di KPU mana pun, masih menunggu revisi UU Pilkada. Jadi kami masih belum bisa apa-apa,” kata Robiyan Arifin, Ketua KPU Kota Surabaya (5/2).
 

Akibatnya, Robiyan juga belum mengetahui secara pasti kapan jadwal pilwali Surabaya diadakan. Selama ini pelaksanaan pilwali Surabaya sendiri masih simpang siur, antara Desember 2015 atau justru pada tahun 2016. 

“Kalau revisi UU tersebut bisa selesai lebih cepat, tentu pilwali juga akan segera dilaksanakan,” tukasnya. Meski demikian, ia menegaskan KPU Kota Surabaya akan siap kapan saja. “Bahkan kalau pemerintah minta diadakan besok juga kami siap,” selorohnya.

Menurutnya, KPU hanyalah berperan sebagai penyelanggara pelaksanaan pilwali. Mengenai masalah peraturan, ia menyerahkan segalanya ke pusat. “Ya kami ini kan istilahnya cuma sebagai EO (event organizer). Yang punya kepentingan kan ya para calon waklikota itu. Selama peraturannya masih belum ada ya event ini juga belum akan dilaksanakan,” ungkapnya.

Masa jabatan Walikota Surabaya seharusnya berakhir pada bulan Oktober 2015 ini. Jika pemilu baru digelar pada Desember 2015 atau bahkan 2016, tentu saja akan ada pejabat pelaksana tugas yang menggantikan untuk sementara.

 

back to top