Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Reshuffle titipan partai politik

Reshuffle titipan partai politik
Surabaya – KoPi | Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan adanya rencana perombakan kabinet untuk meningkatkan kinerja kabinet. Ada dugaan sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) turut mendorong adanya reshuffle.

Menurut Dr. Ulul Albab, MS., dosen Administrasi Negara Universitas Dr. Soetomo Surabaya, isu reshuffle ini akan dimanfaatkan dengan baik oleh Jokowi. Ada pandangan parpol yang tergabung dalam KMP mulai tidak solid.

“Ini bisa dimanfaatkan Jokowi untuk mengambil tokoh KMP untuk bersama di bawah kekuasannya. Sehingga sangat mungkin reshuffle nanti ada nama baru yang muncul dari anggota KMP,” ujar Ulul.

Ulul menilai reshuffle saat ini sangat berbanding terbalik dengan pemerintahan yang sebelumnya. Menurutnya, reshuffle dilandasi atas ketidakpuasan presiden pada menterinya yang tidak bekerja dengan baik. “Namun saat ini, reshuffle merupakan titipan politik. Partai politik mulai bermain peran untuk kepentingan pemilu 2019 mendatang,” ujarnya.

Jokowi sebagai presiden dinilai tidak dominan dalam menentukan kebijakan reshuffle kabinet. Adanya bisikan dari sekitar membuat keputusan Jokowi hanya sekedar ucapan. Masyarakat yang menilai secara mentah akan beranggapan negatif dengan keputusan tersebut.

“Reshuffle merupakan momentum yang tepat untuk mengembalikan citra Jokowi yang jatuh di mata masyarakat. Jokowi harus merangkul suara-suara sumbang di sekitarnya, memperbaiki komunikasi dan mensoliskan internal,” ujar Ulul. | Labibah

back to top