Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Reshuffle titipan partai politik

Reshuffle titipan partai politik
Surabaya – KoPi | Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan adanya rencana perombakan kabinet untuk meningkatkan kinerja kabinet. Ada dugaan sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) turut mendorong adanya reshuffle.

Menurut Dr. Ulul Albab, MS., dosen Administrasi Negara Universitas Dr. Soetomo Surabaya, isu reshuffle ini akan dimanfaatkan dengan baik oleh Jokowi. Ada pandangan parpol yang tergabung dalam KMP mulai tidak solid.

“Ini bisa dimanfaatkan Jokowi untuk mengambil tokoh KMP untuk bersama di bawah kekuasannya. Sehingga sangat mungkin reshuffle nanti ada nama baru yang muncul dari anggota KMP,” ujar Ulul.

Ulul menilai reshuffle saat ini sangat berbanding terbalik dengan pemerintahan yang sebelumnya. Menurutnya, reshuffle dilandasi atas ketidakpuasan presiden pada menterinya yang tidak bekerja dengan baik. “Namun saat ini, reshuffle merupakan titipan politik. Partai politik mulai bermain peran untuk kepentingan pemilu 2019 mendatang,” ujarnya.

Jokowi sebagai presiden dinilai tidak dominan dalam menentukan kebijakan reshuffle kabinet. Adanya bisikan dari sekitar membuat keputusan Jokowi hanya sekedar ucapan. Masyarakat yang menilai secara mentah akan beranggapan negatif dengan keputusan tersebut.

“Reshuffle merupakan momentum yang tepat untuk mengembalikan citra Jokowi yang jatuh di mata masyarakat. Jokowi harus merangkul suara-suara sumbang di sekitarnya, memperbaiki komunikasi dan mensoliskan internal,” ujar Ulul. | Labibah

back to top