Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Reshuffle setiap bulan itu perlu!

Reshuffle setiap bulan itu perlu!
Surabaya – KoPi | Isu reshuffle atau perombakan kabinet mulai ramai di kalangan masyrakat. Meskipun Presiden Jokowi sendiri belum mengumumkan secara resmi, namun Wakil Presiden Jusuf Kalla kerap mengisyaratkan rencana reshuffle kabinet.

Menanggapi isu tersebut, dosen Administrasi Negara Unversitas Dr Soetomo Surabaya Dr. Ulul Albab, MS., mengatakan Jokowi harus mengambil kebijakan yang tepat. Menurutnya, reshuffle perlu dilakukan secara bertahap. Tidak hanya dilakukan pada satu momentum khusus.

“Kalau perlu reshuffle setiap bulan. Jangan langsung serentak begitu” ujarnya. Ulul menilai negara akan menjadi lebih segar jika reshuffle dilakukan secara berkala.

Jika memang reshuffle diadakan setiap bulan, Jokowi perlu memanggil para menteri yang kinerjanya buruk. Tapi tidak merta langsung di-reshuffle, melainkan diberi peringatan keras yang membuat para menteri sadar untuk memperbaiki kinerjanya.

“Jokowi harus tegas, beri penekanan pada beberapa menteri yang dianggap buruk kinerjanya. Lalu reshuffle satu menteri yang urgent harus diganti saat itu juga. Menteri yang belum di-reshuffle akan merasa tertekan, sehingga pastinya akan memperbaiki kinerjanya,” ujar Ulul.

Ulul yakin dengan adanya kebijkakan reshuffle setiap bulan, kinerja menteri akan semakin baik. Sebelumnya, ia meyakini reshuffle merupakan bentuk komunikasi yang buruk antara Jokowi dengan Menteri. Karena itu reshuffle setiap bulan merupakan langkah yang tepat untuk memperbaiki komunikasi yang buruk tersebut.

Reshuffle itu sendiri harus berdasarkan tiga faktor, yaitu jika kebijakan menteri tidak sesuai arahan presiden, menteri tidak kompeten, dan menteri tidak berhasil mencapai target. “Jangan sampai reshuffle hanya indikasi bentuk permainan partai politik. Harus benar-benar dilandasi ketiga alasan tersebut,” ujar Ulul. | Labibah

back to top