Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rasiyo tolak disebut sebagai calon boneka

Rasiyo tolak disebut sebagai calon boneka
Surabaya - KoPi | Calon walikota Surabaya yang diusung oleh Partai Demokrat, Rasiyo, menyatakan siap menantang walikota petahana Tri Rismaharini dalam Pilwali Surabaya mendatang.
 

"Saya berterimakasih pada semua pihak yang mendukung saya untuk maju sebagai calon walikota, sehingga saya jadi punya keyakinan. Saya mohon doanya," ucap Rasiyo saat jumpa pers dengan wartawan usai mendaftarkan diri di KPU Surabaya (11/8).

Rasiyo yakin ia akan mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama rekan sesama guru dan mantan-mantan siswanya dulu. Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Rasiyo sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur dan kepala sekolah di salah satu SMA.

Rasiyo mengatakan langkah selanjutnya adalah membentuk tim sukses dan mematuhi tatatertib partai. "Berbeda dengan Mas Dhimam yang mengajukan diri, saya justru dilamar oleh partai. Berarti partai punya pertimbangan-pertimbangan tertentu," ungkapnya.

Karena itu, ia menepis anggapan bahwa ia maju hanya sebagai calon boneka. Partai memilihnya karena punya harapan dirinya bisa menandingi atau setidaknya menyamai kepopuleran Tri Rismaharini. "Saya sudah punya pengalaman di birokrasi dan sudah dikenal masyarakat. Kalau ada suara-suara di masyarakat yang menyatakan saya calon boneka, saya yakin tidak seperti itu. Karena partai juga tidak sembarangan," ujarnya.

back to top