Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Rasiyo tolak disebut sebagai calon boneka

Rasiyo tolak disebut sebagai calon boneka
Surabaya - KoPi | Calon walikota Surabaya yang diusung oleh Partai Demokrat, Rasiyo, menyatakan siap menantang walikota petahana Tri Rismaharini dalam Pilwali Surabaya mendatang.
 

"Saya berterimakasih pada semua pihak yang mendukung saya untuk maju sebagai calon walikota, sehingga saya jadi punya keyakinan. Saya mohon doanya," ucap Rasiyo saat jumpa pers dengan wartawan usai mendaftarkan diri di KPU Surabaya (11/8).

Rasiyo yakin ia akan mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama rekan sesama guru dan mantan-mantan siswanya dulu. Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Rasiyo sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur dan kepala sekolah di salah satu SMA.

Rasiyo mengatakan langkah selanjutnya adalah membentuk tim sukses dan mematuhi tatatertib partai. "Berbeda dengan Mas Dhimam yang mengajukan diri, saya justru dilamar oleh partai. Berarti partai punya pertimbangan-pertimbangan tertentu," ungkapnya.

Karena itu, ia menepis anggapan bahwa ia maju hanya sebagai calon boneka. Partai memilihnya karena punya harapan dirinya bisa menandingi atau setidaknya menyamai kepopuleran Tri Rismaharini. "Saya sudah punya pengalaman di birokrasi dan sudah dikenal masyarakat. Kalau ada suara-suara di masyarakat yang menyatakan saya calon boneka, saya yakin tidak seperti itu. Karena partai juga tidak sembarangan," ujarnya.

back to top