Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Rasiyo-Dhimam bukan boneka, tetapi...

Rasiyo-Dhimam bukan boneka, tetapi...
Surabaya - KoPi | Surabaya memiliki calon walikota dan wakil walikkota baru pada pilkada desember mendatang. Sempat menjadi calon tunggal, pasangan Risma-Whisnu kini harus bersaing dengan pasangan yang diusung oleh partai Demokrat-PAN. 

Rasiyo  merupakan mantan Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Timur yang diusung oleh Demokrat untuk menadi calon walikota Surabaya. Ia  menggandeng Dhimam Abror yang merupakan mantan Ketua PWI Jatim yang diusung oleh partai PAN.

Pasangan yang mendaftar di akhir penutupan pendaftaran ini memunculkan beberapa spekulasi. Anggapan mengenai boneka politik terhadap pasangan tersebut menjadi isu yang hangat diperbincangkan.

Sebelumnya, jika Risma-Whisnu merupakan calon tunggal, maka pilkada Surabaya harus ditunda sampai 2017 mendatang.

“Agak sulit mengatakan mereka hanya boneka. Lebih pas dikatakan sebagai bentuk kompromi antara PDIP dengan Demokrat yang berkaitan dengan Pilkada Pacitan”  ujar Fahrul Muzaqqi selaku pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya.

Fahrul mengaitkan Pilkada Surabaya dengan Pilkada di Pacitan yang juga memunculkan calon tunggal dari Demokrat sebelumnya.

“Di Surabaya PDIP mengusung Risma-Whisnu diberikan ‘lawan’ dari Demokrat Dihimam-Rasiyo. Sebaliknya di Pacitan, Demokrat punya calon pasangan yang diberikan ‘lawan’ calon pasangan dari PDIP. Ya semacam tukar guling lah” kata Fahrul kepada KoPi rabu (12/8).

Fahrul sendiri menilai bahwa pasangan Rasiyo-Dhimam bukan lawan yang enteng bagi Risma-Whisnu. Melihat sosok keduanya yang sudah menasional seperti Risma dan juga memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat.

Sebelumnya, Dhimam Abror diusung oleh PAN sebagai calon walikota yang didampingi oleh Haris Purwoko sebagai calon wakil walikota. Namun, ditengah proses pendaftaran Haris kabur dengan alasan tidak mendapat izin dari keluarga. | Labibah

back to top