Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Raperdais DIY diharapkan mampu menjawab permasalahan sosial

dua dari kanan : Tavip Agus Rayanto dua dari kanan : Tavip Agus Rayanto

Jogjakarta-KoPi| Permasalahan tata ruang DIY menjadi perbincangan hangat masyarakat. Pasalnya dari tahun ke tahun ruang dan lahan di DIY semakin tergerus dengan pembangunan. Banyaknya pembangunan yang terjadi lebih ke arah komersil yang hampir tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam momen pembahasan Raperdais Keistimewaan DIY, pemerintah daerah mengkonsep pembangunan DIY berasakan keistimewaan ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto dari sisi hukum positif Raperdais memilki nilai-nilai mampu menjawab permasalahan saat ini. Salah satunya mengenai masalah tata ruang yang banyak menimbulkan masalah fenomena sosial.

“(Raperdais) Tata ruang bisa menjawab fenomena sosial. Serta pemanfaatan ruang didemokratisasikan. Bila ada persaingan pun tetap fair,” tutur Tavip saat diskusi “Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY pukul 10.30 Wib.

Tavip menambahkan penggodokan Raperdais yang masih dalam proses, memberi ruang bagi masyarakat untuk berpendapat. Masyarakat bisa terlibat mengendalikan arah regulasi yang lebih baik.

Sementara staf Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM), Hananto menjelaskan perumusan Raperdais nanti kental dengan atribut-atribut keistimewaan. Pemda DIY akan memfokuskan pembangunan pada pengembalian nilai-nilai keistimewaan Jogjakarta.

“Di DIY ada Perdais yang menyangkut penataan ruang, Ini belum final. Perda ini betul-betul mengarah pada Jogja istimewa,” tutur Hananto. |Winda Efanur FS|

back to top