Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Prabowo bersikap demokrat, Jokowi penuh ketegasan

Prabowo bersikap demokrat, Jokowi penuh ketegasan

Yogyakarta-KoPi – Prabowo menunjukkan sikap sebagai seorang demokrat ketimbang Jokowi yang tampak otoriter halus. Sikap itu dapat dilihat ketika jalannya debat capres putaran terakhir malam ini (5/7/2014). Demikian kesan yang disampaikan beberapa anggota masyarakat ketika menonton bersama debat Capres melalui saluran TV di Timoho Yogyakarta.

Prabowo Subianto yang selama ini dinilai punya potensi anti demokrasi menunjukkan sikap sebagai seorang negarawan dan demokratis dengan kesanggupannya menerima sebuah kebenaran dari pihak lawan. Sementara Jokowi justur bersikap kebalikannya. Ia sangat ketat dengan sikap ‘ngotot’ demi memenuhi ‘hukum debat’.

Namun, penilian ini disanggah oleh sosiolog Unair Novri Susan. Novri menilai Jokowi sebagai “benevolent politics”.

“Jokowi bukan bersikap otoriter, tetapi  ia seorang benevolent politics, tegas ketika melawan musuh dan lembut kepada rakyatnya. “ Demikian Novri Susan mengatakan.

Dua penilain tersebut barangkali sama benarnya. Semoga demikian.

Reporter: Winda Efanur FS

back to top