Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Penunggang banteng selanjutnya, Wisnu atau Risma?

Penunggang banteng selanjutnya, Wisnu atau Risma?
Surabaya – KoPi | Jelang Pemilihan Walikota Surabaya 9 Desember 2015 mendatang, Tri Rismaharini menjadi kandidat rebutan. Sederet prestasi yang diraihnya membuat beberapa partai politik membuka kemungkinan untuk mengusung Risma kembali menjadi orang nomor satu di Surabaya. Demokrat, Gerindra dan juga Nasdem adalah beberapa partai yang mulai blak-blakan ingin meminang Risma pada Pemilu Walikota Surabaya mendatang.

Ditemui KoPi di bilangan Surabaya dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga Fahrul Muzaqqi menyatakan bahwa Risma tidak mempermasalahkan siapa pengusungnya. “Bagi Risma, persoalan kapal tidak begitu terkendala. Risma masih memiliki popularitas yang tinggi di kalangan masyarakat. Secara umum dia yakin siapapun yang jadi partai pengusungnya,” tuturnya.

Memang ada kemungkinan PDI-P tidak mengambil kesempatan untuk kembali memperjuangkan Risma dalam pemilu mendatang. Jika demikian, Fahrul memprediksi PDI-P akan mencalonkan nama yang setara dengan popularitas Risma. Nama yang muncul adalah Wisnu Sakti Buana, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Surabaya, menggantikan Bambang DH.

“Wisnu menjadi calon kuat di mana popularitas namanya sudah semakin mencuat, khususnya dikalangan kader PDI-P itu sendiri. Ia juga merupakan anak mantan wakil ketua MPR RI dan juga tokoh senior PDI-P, Soetjipto Soedjono,” ungkap Fahrul.

Mampukah Wisnu mengalahkan elektabilitas dari sosok Tri Rismaharini? Atau PDIP kembali mengusung mereka sebagai calon duel untuk kepemimpinan Surabaya mendatang? Pemilu walikota Surabaya mendatang akan menjadi ajang pembuktiannya. | Labibah

back to top