Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Pasar malam di Kongres Partai Demokrat, dari obat sampai ‘batu Demokrat’

Pasar malam di Kongres Partai Demokrat, dari obat sampai ‘batu Demokrat’
Surabaya – KoPi | Masuk area Kongres IV Partai Demokrat di Surabaya berasa seperti masuk pasar malam. Bukan politikus yang dijumpai, melainkan sekumpulan pedagang. Perwakilan partai dari berbagai daerah di Indonesia yang berkumpul di Surabaya menjadi ladang rejeki bagi para pedagang.
 

Kongres yang berlangsung di halaman Hotel Shangri-La Surabaya tersebut memang layak disebut sebagai pasar malam. Berbagai pedagang memenuhi tenda besar yang dipasang di halaman hotel. Mereka menjajakan berbagai macam dagangan, mulai dari atribut Partai Demokrat seperti kemeja, jas, dan topi, pengobatan tradisional, pengaman kompor gas, hingga batu akik. Jalan Mayjen Soengkono di depan hotel yang biasanya steril dari pedagang kaki lima, kini juga dipenuhi deretan gerobak penjual makanan.

Salah satu pedagang lain yang mampu menarik minat pembeli dari anggota Partai Demokrat adalah Pak Samblay, yang berjualan batu mulia. Kepada para peserta kongres, ia menawarkan batu yang disebutnya ‘batu Demokrat’.

“Ini batu Demokrat. Coba dilihat, warnanya sama dengan Partai Demokrat, warna biru langit,” katanya sambi menunjukkan batu bacan berwarna biru langit. Alhasil tawaran tersebut membuat banyak peserta Kongres dan polisi yang mengamankan jalannya Kongres penasaran dan mengintip dagangannya. Berkat ‘batu Demokrat’ itu, Samblay mengaku mendapat keuntungan hingga beberapa juta rupiah.

Lain lagi yang dilakukan Yudi, pedagang obat tradisional asal Krian. Ia menawarkan pengobatan tradisional asal Kalimantan berupa bawang dayak atau bawang berlian. Menurutnya bawang yang hanya tumbuh di hutan Kalimantan ini memiliki banyak khasiat bagi pengobatan.

“Sudah banyak penelitian mengenai khasiat bawang dayak ini, Mas. Makanya saya berani jual ke sini,” ujarnya Yudi. Ia mengklaim khasiat bawang dayak tersebut mampu mengobati 43 macam penyakit, mulai dari amandel, asam urat, diabetes, jantung, kanker, hingga stroke. Ia juga mengklaim khasiat bawang tersebut sudah dibuktikan oleh penelitian dari ITB.

Yudi mengatakan baru sehari berjualan di Kongres Partai Demokrat ini, dan masih belum banyak yang membeli dagangannya. Ia berharap dapat mendulang keuntungan dari keramaian Kongres. Yudi menjual bawang tersebut dengan harga Rp 30 ribu per kemasan, yang berisi sekitar 24 butir bawang dayak.

“Saya dapat bawang ini dari saudara yang tinggal di Kalimantan. Rencananya sampai kongres selesai saya di sini terus,” ungkapnya. 

Selain Yudi, ada juga yang menawarkan berbagai macam pengobatan tradisional lain. Misalnya bekam dan pengobatan dengan terapi lintah.

 

back to top