Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Momen KAA sembunyikan kegaduhan pelantikan Wakapolri

Momen KAA sembunyikan kegaduhan pelantikan Wakapolri
Surabaya – KoPi | Pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Wakil Kepala Polri di tengah berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pada Rabu (22/4) dinilai sebagai langkah cerdik Polri. Polri dinilai memanfaatkan momen KAA untuk menutupi kontroversi yang mungkin timbul.

Pakar Sosiologi Hukum Universitas Airlangga Prof. Dr. Musta'in Mashud, M.Si mengatakan, kewenangan yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Kapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti untuk melakukan konsolidasi dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, Kapolri sendiri telah mengetahui pelantikan tersebut akan menimbulkan kegaduhan.

Momen KAA menjadi ruang strategis untuk melantik BG menjadi wakapolri, karena menjadi penutup bagi masyarakat maupun media terhadap pelantikan BG. Masyarakat dan media akan terlalu fokus menyoroti kondisi KAA sehingga lengah.

“Pihak kepolisian sendiri pastinya tidak ingin terganggu dengan kegaduhan mengenai keputusan pengangkatan BG sebagai wakapolri. Hari rabu kemarin diyakini sebagai celah yang strategis bagi kepolisian untuk melantik BG sebagai wakapolri. Walaupun sebenarnya keputusan tersebut sah-sah saja,” ujar Mustain.

Sejak awal, proses pencalonan Budi menuai banyak kontroversi baik di kalangan masyarakat maupun akademisi. Budi sebelumnya ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006. Namun melalui gugatan pra-peradilan, hakim Sarpin Rizaldi memutuskan penetapan tersangka BG oleh KPK tidak sah. | Labibah

back to top