Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Masyarakat desak pemda soal krisis air akibat hotel

jalannya diskusi Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY jalannya diskusi Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY

Jogjakarta-KoPi| Dalam merefleksi tiga tahun pelaksanaan Undang-undang Keistimewaan, Dinas Kebudayaan DIY menyelenggarakan diskusi bersama “Urgensi Tanah Kasultanan Jogjakarta dan Pakualaman beserta tata ruang Wilayah DIY” di Kantor Dinas Kebudayaan DIY pukul 09.30 WIB.

Diskusi yang berjalan hampir tiga jam ini berjalan efektif. Masyarakat yang hadir merespon jalannya diskusi. Beberapa tanggapan masyarakat tajam menyoal pembangunan hotel, dan acaman krisis air bersih.

Salah satu anggota komunitas yang hadir, Miftah mempertanyakan langkah konkret pemda DIY menangani ancaman kekeringan dan maraknya pembangunan hotel di DIY.

“Saya bermimpi agar anak cucu kita nanti tidak minum bensin, besok. Nah bagaimana cara mewujudkan mimpi saya ini?,” tutur Miftah.

Menanggapi pertanyaan Miftah, Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto akan menjadikan PR pemerintah ke depan. Pasalnya menata tata ruang yang memilki penghuni dan bangunan yang sudah mapan rentan terjadi persinggungan sosial.

“Masalah air ini akan menjadi PR kita”, tutur Tavip.

Sementara staf Dinas PUP-ESDM, Hananto telah mengagendakan pembuatan daerah resapan air di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

“Kami akan merancang tata ruang sebesar 30% DAS itu ada di sungai dan prioritaskan tanaman hutan," tutur Hananto.

Persoalan hotel dan air ini pun termasuk dalam pemaparan lima sampah di DIY. Menurut Sumbo Tinarbuko menjelaskan DIY tengah dikepung oleh lima sampah berupa sampah arsitektur meliputi hotel dan mall. Sampah ruang publik dengan reklame liar. Sampah kendaraan. Sampah trotoar dan sampah pedagang kaki lima.

Kelima sampah inilah yang menjadi acuan melihat keseriusan pemda DIY mensejahterakan masyarakatnya. |Winda Efanur FS|

back to top