Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Masyarakat alami kebingungan saat mencoblos

Masyarakat alami kebingungan saat mencoblos

Surabaya – KoPi. Kurangnya Sosialisasi terhadap masyarakat dalam menyambut Pemilihan Umum 2014, menyebabkan masyarakat mengalami kebingungan, hal tersebut seperti yang terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 Kelurahan Tandes, Kecamatan Tandes Kota Surabaya (9/4/2014).

Kebingungan terjadi lantaran masyarakat banyak yang tidak mengenal peserta pemilu tahun ini. Masyarakat menganggap pemilu tahun ini terlalu banyak Calon Legislatif (Caleg) serta Partai Politik (Parpol) yang turut berpartisipasi di dalam pagelaran pesta demokrasi tersebut. Ketika masyarakat ditanya bagaimana pendapat mereka, Bapak Sutiyo mengatakan “Membingungkan, partai-partainya kan banyak trus Caleg-Caleg nya itu bingung untuk diketahui”

 

Meskipun sistem pendaftaran Caleg pada pemilu 2014 berdasarkan Daerah Pilihnya (Dapil), masyarakat masih banyak yang tidak kenal dengan Caleg yang maju. Dengan banyaknya masyarakat yang tidak mengenal Caleg, menunjukkan jika sistem pemilu tahun ini dirasakan kurang efektif. Selain Bapak Sutiyo, Ibu Paningtiningsih juga mengungapkan jika pemilu tahun ini dianggap membingungkan karena Calegnya tidak dikenal.

 

“Kalau untuk caleg-calegnya kan sudah nggak dikenal, jadi orang kan bingung” ungkap Ibu Paningtiningsih.

 

Dengan kebingungan yang terjadi di masyarakat tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkan melakukan pembenahan agar nantinya pemilu yang diselenggarakan dirasakan lebih dekat dengan rakyat dan tidak lagi membingungkan rakyat.

 

“Perlu mas, dulu kan cuman 1 lembar, sekarang 4 lembar jadi membingungkan” pungkas ibu Paningtiningsih.

 

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

 

 

 

 

back to top