Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Mahasiswa Yogyakarta harus ikuti prosedur Pilpres 2014

Mahasiswa Yogyakarta harus ikuti prosedur Pilpres 2014

Yogyakarta-KoPi, “Informasi hanya dengan KTP itu menyesatkan,” Ujar Sri Surani, angota KPU Kota Yogyakarta yang menjelaskan bahwa itu tidak bisa jika mahasiswa atau orang luar Kota Yogyakarta menggunakan hak pilihnya dengan cukup membawa KTP ke TPS terdekat ketika hari H pemungutan suara, saat kegiatan Sosialisasi dan Implementasi PKPU Pemutakhiran Data Pemilih Presiden dan Wakil Presiden di Inna Garuda Hotel, Selasa (13/5).

Wawan ketika ditanya mengenai apakah mahasiswa harus mendaftar untuk menjadi daftar pemilih, menjawab bahwa mahasiswa harus datang ke PPS, PPK atau KPU untuk mendaftar sebagai daftar pemilih cukup dengan membawa KTP, C1, KK atau SKTS. “Yang penting kartu identitas,” ujar Wawan.

“Ya tentu sistem pemutakhiran kita itu aktif ya, sehingga masyarakat sendiri yang aktif karena dari sisi kami penyelenggara pemilu itu mengolah data kemduian data itu kita sajikan dalam bentuk daftar pemilih, kemudian kita umumkan,” jelasnya.

“Nah dari sisi yang lain itu masyarakat harus aktif dengan melakukan pengecekan namanya ada dalam DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan) atau tidak. apabila belum menemukan namanya dalam DPSHP misalnya itu bisa langsung mendatangi PPS atau mendatangi PPK atau bahkan ke KPU agar bisa tercatat dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) Presiden yang akan datang,” tambah Wawan.

Dalam rangka pendataan tersebut KPU telah mendirikan Posko Tanggap DPSHP di 14 Kecamatan dan di 45 Kelurahan yang akan mulai sejak 20-26 Mei 2014.


Reporter: Fahrurrazi

back to top