Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

KPU permudah masyarakat untuk mencoblos

KPU permudah masyarakat untuk mencoblos

Surabaya – KoPi, Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif akan dilaksanakan besok (9/4/2014), permasalahan tentang meningkatnya Golongan Putih (Golput) selalu menjadi perbincangan yang menarik pada setiap pelaksanaan pesta demokrasi akbar tersebut.

Pada pelaksanaan tiga pemilu sebelumnya, terjadi tren penurunan partisipasi masyarakat dalam setiap pemilu. Pada Pemilu 1999 partisipasi pemilih mencapai 93,30%, sementara tahun 2004 menurun 84,07% pada Pileg dan 77,44% di Pilpres, sementara di Pemilu 2009 partisipasi pemilih Pileg 70,99% dan Pilpres 72,56%.

 

Menurunnya angka partisipasi pemilih tersebut disebabkan oleh banyak faktor selain karena semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat yang duduk di kursi pemerintahan. Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai penyelenggara pelaksanaan pemilu juga telah berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap pemilihan umum.

 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh KPU untuk mengurangi angka golput hingga saat ini adalah dengan melakukan sosialisasi mengenai teknis pemilihan umum kepada masyarakat. Dewita Hayusinta selaku Komisioner KPU-Jatim saat diwawancara di sela-sela acara Pemilu Jujur dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), (22/3/2014), menyatakan bahwa saat ini KPU telah membuat peraturan untuk memudahkan masyarakat mencoblos seperti adanya DPT tambahan.

 

“DPT tambahan ini apabila ada yang pindah TPS (pindah pilih), sudah terdaftar tapi dia pindah pilih. Seperti mahasiswa harus tetap ngurus pindah pilih dari TPS asal dia, dia bisa langsung ke kpu kabupaten/kota tempat kuliahnya untuk mengurus pindah pilihnya dia” ucap mbak Dewi.

 

Seperti diketahui, kalangan mahasiswa adalah sasaran strategis yang harus didorong oleh KPU untuk menyalurkan suaranya dalam pemilu karena kalangan mahasiswa pada umumnya adalah para pemilih muda yang tidak tahu seluk-beluk pemilu. Peraturan ini dirasa mbak Dewi lebih memudahkan daripada kartu A5 pada pemilu sebelumnya.

 

Selain itu, KPU juga memberikan kemudahan terhadap masyarakat yang tidak memiliki identitas berupa pemilih khusus dan pemilih khusus tambahan. Masyarakat yang tidak punya identitas dan berhak memilih dapat menyalurkan hak pilihnya dengan membawa surat domisili, surat dari RT, KTP, KK, atau pasport ke TPS terdekat dari tempat tinggalnya.

 

Dengan adanya peraturan baru tersebut, diharapkan masyarakat menjadi tahu bahwa pemilu saat ini lebih memudahkan mereka untuk menggunakan hak pilihnya. Peraturan tersebut juga telah disosialisasikan tinggal masyarakat, mbak Dewi kemudian juga menambahkan “itu (peraturan, RED) sudah disosialisasikan, tinggal masyarakat mau menggunakannya atau tidak.”***

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top