Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

KPU, Bawaslu dan KPID sepakati MoU kampanye pilkada

Penandatanganan MoU antara KPU DIY, Bawaslu DIY dan KPID DIY Penandatanganan MoU antara KPU DIY, Bawaslu DIY dan KPID DIY

Jogjakarta-KoPi| Lembaga KPU DIY, Bawaslu DIY dengan KPID DIY menandatangani MoU kesepakatan kampanye Pilkada DIY melalui media massa. Penyelenggaraan kampanye media massa pilkada serentak dilakukan oleh KPU DIY melalui pembiayaan APBD.

Ketua Bawaslu DIY, Muhammad Najib menilai peran strategis media mengawal jalannya pilkada serentak Desember nanti. Najib menghimbau seluruh media massa nanti mampu menunjukan profesionalitasnya. Media mengedepankan berita kampanye yang berimbang.

"Kampanye oleh media massa. Media punya dua sisi, media menjadi fungsi penyiaran dan media yang terjebak menjadi media partisan," tutur Muhammad Najib saat diskusi publik "Peran Lembaga Penyiaran Dalam Pilkada Serentak 2015" di Kantor KPID DIY pukul 10.00 WIB.

Pemanfaatan media selama kampanye pilkada, media turut menjadi pencegah terjadi pelanggaran informasi yang berujung pada pelanggaran pilkada.

"Media menjadi peran sentral, memberi informasi pilkada, yang terjadi saat ini masih rendah informasi bagaimana pilkada dikelola, adanya pelanggaran nanti karena gal tahu aturannya, paslon aja gak tahu apalagi masyarakat," jelas Muhammad Najib.

Najib menambahkan media lebih selektif pada pasangan calon sebagai publik figur. Peran publik figur nanti sesuai porsinya, tidak menjadi ajang iklan terselubung.

Pelaksanaan kampanye melalui media massa berlangsung selama 14 hari sebelum masuk masa tenang pada tanggal 5 Desember 2015. |Winda Efanur FS|

 

back to top