Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

KPK: Calon anggota kabinet Jokowi ada yang bermasalah

KPK: Calon anggota kabinet Jokowi ada yang bermasalah
Jakarta-KoPi. Zulkarnain, wakil ketua KPK, menyebutkan bahwa ada lebih dari satu calon menteri dalam kabinet Jokowi bermasalah dengan hukum. Ada diantaranya yang berpotensi sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

KPK menyampaikan hal tersebut paska mengevaluasi empat pulun nama calon anggota kabinet Jokowi. Sebagaimana diketahui bahwa Jokowi mengirimkan nama-nama tersebut ke KPK agar mendapatkan rekomendasi dari KPK.

Menurut Dr. Tuti Budirahayu, pakar sosiologi korupsi dari Universitas Airlangga, tindakan Jokowi memasukkan calon-calon anggota kabinetnya ke KPK merupakan komitmen pada anti korupsi dan sekaligus mendapatkan legitimasi menyusun kabinet yang profesional bersih dari korupsi.

"Jokowi memulai tradisi baru yang semestinya dipraktikkan sejak bangsa ini berdemokrasi. Komitmen pada demokrasi ini akan memberikan nilai kuat pada visi politik dan dukungan politik kepadanya".

 

Reporter: E. Hermawan

back to top