Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Komentar media asing soal kemelut KPK-Polri

Komentar media asing soal kemelut KPK-Polri
KoPi | Keputusan Presiden Joko Widodo untuk mencabut pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri juga mendapat perhatian media asing. Beberapa media asing, terutama dari Asia dan Australia, menyoroti perkembangan konflik KPK dan Polri.
 

Harian Strait Times Asia misalnya, merilis berita berjudul “Indonesia’s President Jokowi drops Budi Gunawan as police chief nominee”. Harian asal Singapura ini menyebut bahwa langkah Jokowi diharapkan akan meringankan ketegangan antara dua institusi penegak hukum utama.

Strait Times menyebutkan bahwa pencalonan Budi Gunawan penuh kontroversi. Dalam siaran beritanya, Strait Times menyebutkan bahwa pencalonan BG cukup membuat ekonomi Indonesia lesu. Strait Times menulis bahwa IHSG sempat turun setelah putusan praperadilan, lantaran investor meragukan kemampuan Jokowi dalam menngontrol pemerintahannya.

Sementara itu, harian Australia ABC menyebutkan bahwa popularitas Jokowi menurun akibat polemik pencalonan Budi Gunawan. ABC menyebutkan pada poling yang dilakukan pada bulan Februari ini, popularitas Jokowi hanya mencapai 45 %, turun drastis dari 72 % pada Agustus lalu. ABC juga prihatin pada Jokowi yang disebut sebagai pendatang baru dalam perpolitikan nasional, akan sulit mengikis pengaruh era Orde Baru dan melakukan reformasi ekonomi.

Kantor berita ekonomi Bloomberg juga turut mengeluarkan berita mengenai batalnya pencalonan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Melalui berita berjudul “Widodo Picks New Police Chief Candidate Amid Graft Criticism”, Bloomberg menyebutkan drama KPK-Polri ini tidak akan selesai dengan penunjukan Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri baru. Bloomberg memprediksi popularitas Jokowi akan terus menurun dan komitmennya pada pemberantasan korupsi akan terus diragukan.

Bloomberg juga menyoroti penunjukan Badrodin Haiti yang mulus menunjukkan adanya deal-deal di belakang layar. Penunjukan Haiti sama sekali tidak mendapat tentangan baik dari PDI-P maupun dari DPR. Bloomberg juga menyebutkan jika keputusan ini murni berasal dari Jokowi, maka Jokowi akan mengalami kesulitan. | Strait Times Asia, ABC Net, Bloomberg

back to top