Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Kepentingan di balik konflik Timur Tengah?

Kepentingan di balik konflik Timur Tengah?

KoPi| Dalam diskusi umum yang digelar oleh partai bunderan UGM mengangkat tema konflik Timur Tengah. Adanya diskusi ini diharapkan memberi informasi bagi masyarakat.

Berita Timur Tengah menjadi sorotan dunia internasional. Wilayah Timur Tengah semakin memanas dengan gejolak pertempuran. Tak terhitung berapa kerugian materil dan non materil yang telah dikorbankan dalam pertempuran tersebut.

Menurut Direktur Bakti Nusa Aza El Munadyan masyarakat Indonesia perlu mengetahui alur konflik Timur Tengah. Dengan memahami akar persoalan di Timur Tengah masyarakat Indonesia bisa mengantispasi dampaknya.

Aza menambahkan ada beberapa aktor penting dalam drama Timur Tengah. Pertama, tentang kepentingan Arab Saudi menjegal langkah Ikhwanul Muslimin menguasai Timur Tengah. Kedua, kepentingan Israel untuk menekan Palestina. Ketiga Mesir, Pada saat mesir dikuasai oleh ikhwanul muslimin yang pro terhadap hamas. Sementara Hamas anti Israel maka terjadi masalah. Israel menumbangkan pemerintahan Mesir. Ke empat, Turki untuk kepentingannya sendiri.

“Mengenai Arab Saudi, awalnya Arab Saudi dan Mesir bersama-sama melawan Israel. Namun setelah kepentingan selesai, Arab kuwatir dengan pengaruh ikhwanul muslimin yang ada di Mesir. Akhirnya Arab menyerang balik Ikhwanul Muslimin ”, paparnya.

Sehingga lumrah Arab Saudi yang menjadi perpanjangan tangan Amerika Serikat dan Israel berusaha menghadang gerakan Ikhwanul Muslimin yang mendominasi wilayah Yaman.  |Winda Efanur FS|

back to top